Pemulihan lapisan ozon melindungi kita dari sinar UV, tetapi juga dapat memicu pemanasan global lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga menantang asumsi tentang proses iklim. Sumber: Shutterstock
Menurut penelitian dari University of Reading (Inggris), antara tahun 2015 dan 2050, lapisan ozon akan bertanggung jawab untuk memerangkap tambahan energi sebesar 0,27 watt per meter persegi (W/m²). Ini setara dengan jumlah panas tambahan yang terperangkap di setiap meter persegi permukaan Bumi. Pada pertengahan abad ini, ozon diprediksi akan menjadi yang kedua setelah karbon dioksida - yang memerangkap sekitar 1,75 W/m² - sebagai agen penghangat.
"Negara-negara berada di jalur yang tepat dengan terus melarang CFC dan HCFC, zat kimia yang merusak lapisan ozon," ujar penulis utama, Profesor Bill Collins. "Namun, meskipun hal ini telah membantu pemulihan lapisan ozon, kami menemukan bahwa pemulihan tersebut justru berkontribusi pada pemanasan global yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Polusi udara dari kendaraan, pabrik, dan pembangkit listrik juga meningkatkan ozon di permukaan tanah, yang berbahaya bagi kesehatan dan berkontribusi terhadap pemanasan global."
Studi yang diterbitkan 21 Agustus di jurnal Atmospheric Chemistry and Physics ini menggunakan model komputer untuk mensimulasikan perubahan atmosfer pada pertengahan abad. Simulasi tersebut didasarkan pada skenario di mana polusi udara dikendalikan pada tingkat rendah, sementara CFC dan HCFC dihapuskan secara bertahap berdasarkan Protokol Montreal 1987.
Hasilnya menunjukkan bahwa penghapusan CFC dan HCFC—yang seharusnya melindungi lapisan ozon—tidak memberikan manfaat iklim yang lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun gas-gas ini merupakan agen pemanasan global, seiring pemulihan lapisan ozon, ia akan menghasilkan lebih banyak panas, sehingga hampir menghilangkan manfaat iklim dari penghapusan CFC dan HCFC.
Sekalipun negara-negara mengambil langkah-langkah untuk mengurangi polusi udara, lapisan ozon akan terus pulih selama beberapa dekade, yang akan menciptakan pemanasan yang tak terelakkan. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa melindungi lapisan ozon tetap krusial untuk mencegah kanker kulit dan melindungi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya.
Studi ini juga menunjukkan bahwa kebijakan respons perubahan iklim global perlu segera diperbarui untuk memperhitungkan dampak pemanasan ozon yang lebih kuat di masa mendatang.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/cong-nghe/tang-ozone-dang-hoi-phuc-co-the-khien-hien-tuong-nong-len-toan-cau-tang-them-40/20250829054042878
Komentar (0)