Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa sejak April 2023, Kementerian telah membentuk 82 tim inspeksi di seluruh Indonesia untuk memeriksa kepatuhan terhadap Undang-Undang tentang Pengelolaan Informasi Pelanggan Layanan Telekomunikasi Seluler Terestrial, yang diperkirakan akan berakhir pada Juni 2023. Tujuan inspeksi skala besar ini adalah untuk menindak tegas praktik penyalahgunaan dan penggunaan informasi orang lain untuk mendaftarkan kartu SIM pelanggan; praktik sengaja mendaftarkan beberapa kartu SIM pelanggan untuk diedarkan di pasaran, tetapi tidak mengalihkan hak guna pakai.
Kementerian Informasi dan Komunikasi juga telah mengeluarkan dokumen yang meminta operator jaringan untuk mengambil langkah-langkah untuk meninjau dan mengklarifikasi kepemilikan nomor pelanggan yang dimiliki oleh organisasi dan individu yang memiliki 10 atau lebih kartu SIM untuk memastikan bahwa semua pelanggan yang terdaftar dan dimiliki oleh pelanggan yang merupakan organisasi dan individu adalah akurat dan sesuai dengan subjek dan tujuan penggunaan.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengeluarkan surat edaran resmi yang meminta provinsi, kota, dan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk melakukan inspeksi besar-besaran terhadap pengelolaan informasi pelanggan seluler. Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera melakukan inspeksi besar-besaran terhadap pengelolaan, pendaftaran, dan penyimpanan informasi pelanggan di wilayah kelola Kementerian, khususnya: melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap badan usaha, organisasi, dan perorangan yang melakukan registrasi kartu SIM dalam jumlah besar, dengan indikasi jumlah yang luar biasa banyak.
Kementerian Komunikasi dan Informatika mewajibkan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk bekerja sama dengan pusat dan cabang perusahaan telekomunikasi seluler guna menyediakan data registrasi penggunaan sejumlah besar kartu SIM dengan tanda yang tidak lazim. Khususnya, dalam kasus perusahaan dan organisasi yang mendaftar untuk menggunakan 50 kartu SIM atau lebih. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan inspeksi terhadap penyedia layanan telekomunikasi di wilayah tersebut untuk menerapkan kontrak standar dan ketentuan umum transaksi dengan jumlah kartu SIM terbanyak.
Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mewajibkan Departemen Komunikasi dan Informatika untuk mengundang organisasi, badan usaha, dan individu yang mendaftar untuk menggunakan kartu SIM dalam jumlah yang luar biasa besar untuk bekerja sama, dengan melibatkan perwakilan perusahaan telekomunikasi seluler. Apabila pelanggan tidak dapat menjelaskan lokasi kartu SIM tersebut atau kepemilikan nomor pelanggan, akan dilakukan pencatatan dan perusahaan telekomunikasi seluler wajib menangguhkan penyediaan layanan, atau mengirimkan pesan untuk memberitahukan pengguna agar kembali menandatangani kontrak sesuai dengan formulir, ketentuan umum transaksi, dan menghentikan penyediaan layanan telekomunikasi sesuai peraturan jika pelanggan tidak mematuhinya.
Terkait dengan informasi pelanggan yang diberikan oleh penyelenggara jasa telekomunikasi untuk penandatanganan kontrak sesuai formulir dan ketentuan umum transaksi dalam jumlah besar, Departemen Komunikasi dan Informatika mengarahkan pemeriksaan terhadap kasus informasi pelanggan yang tidak lengkap, tidak akurat, atau terdapat informasi dan foto pelanggan yang sama tetapi digunakan kembali untuk penandatanganan kontrak sesuai formulir dan ketentuan umum transaksi pada waktu yang berbeda.
Ini adalah kedua kalinya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan inspeksi besar-besaran terhadap agen. Sebelumnya, pada 1 Oktober 2019 hingga 20 November 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan inspeksi besar-besaran terhadap pengelolaan informasi pelanggan seluler. Setelah inspeksi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendenda 12 kantor cabang dan 21 penyedia layanan telekomunikasi dengan total denda sebesar VND 417,25 juta.
Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa inspeksi skala besar ini akan memberikan sanksi berat kepada agen yang mendaftarkan kartu SIM dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya di pasar. Banyak agen kartu SIM akan dihukum karena melanggar manajemen informasi pelanggan prabayar. Selain itu, mereka yang mempekerjakan mahasiswa, pekerja lepas, dll. untuk mendaftarkan kartu SIM dalam jumlah besar dan kemudian menjualnya akan terdeteksi dan dihukum berat. Individu yang mendaftarkan kartu SIM untuk tujuan ini juga akan dihukum. Inspeksi ini akan menjadi langkah yang kuat untuk menstandardisasi informasi pelanggan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)