Asosiasi E-Sports Hiburan Vietnam (VIRESA) menegaskan bahwa ini adalah sinyal positif, yang menunjukkan kedewasaan dan keberanian para atlet, dan sekaligus memperlihatkan bahwa e-sports Vietnam cukup mampu menjangkau dunia .
Menurut VIRESA, mendapatkan tiket ke EWC saja sudah menjadi tantangan tersendiri, karena klub-klub tersebut harus menjadi perwakilan terbaik di tingkat nasional maupun regional. Prestasi impresif seperti menjadi runner-up di Truth Arena atau dua dari tiga klub peserta PUBG yang berhasil mencapai final semakin memperkuat keyakinan bahwa Vietnam mampu meraih peringkat yang lebih tinggi di turnamen internasional.
Khususnya, banyak cabang olahraga dalam kerangka EWC juga akan hadir di SEA Games ke-33, Asian Youth Game 2025, dan ASIAD 2026, di mana para atlet yang berpartisipasi dalam turnamen ini juga merupakan kekuatan inti tim nasional dalam cabang olahraga seperti League of Legends, VALORANT, Mobile Legends: Bang Bang, Crossfire...
Menurut perwakilan VIRESA, EWC merupakan kesempatan berharga bagi Vietnam untuk menguji diri dan memperoleh pengalaman, sekaligus menilai kekuatannya dan meneliti para pesaingnya.
Berlangsung dari 8 Juli hingga 24 Agustus di Riyadh (Arab Saudi), EWC 2025 menyatukan 25 kompetisi dengan total hadiah hingga 70 juta USD, menarik partisipasi 13 klub Vietnam dalam 7 cabang olahraga, yang mana 4 cabang olahraga bertepatan dengan konten kompetisi SEA Games 33 dan ASIAD 2026.
Tak hanya berhenti di kompetisi, menjadi mitra Panitia Penyelenggara EWC juga membuka peluang bagi Vietnam untuk meneguhkan posisinya di peta e-sports global.
VIRESA mengatakan bahwa tujuan yang akan datang adalah mengubah e-sports menjadi jembatan budaya, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital, dan sekaligus menciptakan Vietnam sebagai tujuan ideal untuk industri ini pada periode 2025-2030.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/the-thao-dien-tu-viet-nam-du-tam-vuon-ra-the-gioi-161480.html
Komentar (0)