Kementerian Ketenagakerjaan, Penyandang Disabilitas, dan Sosial baru saja merilis laporan terbaru tentang situasi ketenagakerjaan pada kuartal pertama tahun 2024. Berdasarkan laporan ini, pada kuartal pertama tahun 2024, situasi ketenagakerjaan telah kembali ke tren perkembangan normal seperti pada periode sebelum pandemi COVID-19, yaitu, angkatan kerja yang biasanya sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya tetapi masih meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan rata-rata pekerja pada tiga bulan pertama tahun ini sekitar 7,6 juta VND/orang/bulan, meningkat 301 ribu VND dibandingkan triwulan keempat tahun 2023 dan meningkat 549 ribu VND dibandingkan periode yang sama tahun 2023.

Namun, Kementerian Ketenagakerjaan, Penyandang Disabilitas, dan Sosial menyatakan bahwa pada bulan-bulan pertama tahun 2024 masih terjadi ketidakseimbangan pasokan dan permintaan tenaga kerja di tingkat lokal, serta belum meratanya pembangunan antarwilayah, antardaerah, dan antarsektor ekonomi . Mekanisme penghubung antara pasokan dan permintaan serta keseimbangan pasar masih lemah.
Yang perlu diperhatikan, tingkat pengangguran kaum muda masih tinggi. Saat ini, terdapat sekitar 1,4 juta pemuda (usia 15-24 tahun) yang menganggur dan tidak mengikuti pendidikan atau pelatihan (mencakup 11,0% dari total populasi pemuda). Tingkat pengangguran ini lebih tinggi di pedesaan dibandingkan perkotaan (12,8% berbanding 8,3%).
Sementara itu, kualitas pasokan tenaga kerja masih memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan, sehingga belum mampu memenuhi permintaan tenaga kerja di pasar tenaga kerja yang modern, fleksibel, berkelanjutan, dan terintegrasi. Hingga saat ini, sekitar 37,8 juta pekerja belum mengenyam pendidikan dasar maupun tinggi.
Menurut data Kementerian Tenaga Kerja, Penyandang Disabilitas, dan Sosial, pada bulan-bulan pertama tahun ini, jumlah penduduk yang berpartisipasi dalam jaminan sosial terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi angkanya melambat. Jika dibandingkan dengan bulan-bulan pada kuartal pertama tahun 2024, jumlah penduduk yang berpartisipasi dalam jaminan sosial, baik wajib maupun sukarela, menurun dibandingkan akhir tahun 2023.
Selain itu, yang mengkhawatirkan adalah jumlah penerima manfaat jaminan sosial sekali pakai terus meningkat pada bulan-bulan pertama tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa penerima manfaat jaminan sosial sekali pakai masih menjadi pilihan bagi pekerja setelah pemutusan hubungan kerja, berhenti dari pekerjaan, atau kehilangan pekerjaan.
Sumber
Komentar (0)