Pak Thanh menyampaikan bahwa kutu putih merupakan hama yang merusak seluruh bagian pohon durian dan bersimbiosis dengan semut.
Selama musim kemarau, semut akan membawa kutu putih ke tanah untuk berlindung, mengisap, dan merusak akar pohon durian. Saat hujan, semut membawa kutu putih dan larva kutu putih ke batang pohon.
Waktu ketika kutu putih - jenis serangga ini - berkembang biak adalah ketika durian mulai berbunga dan menghasilkan buah muda, yang bertahan hingga panen.
Bila petani durian kurang cermat dan tidak melakukan pencegahan secara efektif, dalam waktu singkat saja kutu putih akan berkembang biak dengan cepat dan menutupi buah durian muda, daun, dan pucuk pohon dengan warna putih.
Bapak Bui Than, seorang petani durian di kecamatan Ea Yong, distrik Krong Pac, provinsi Dak Lak, berbagi cara menggunakan perban elastis medis untuk mencegah kutu putih merusak pohon durian.
Selain menghisap nutrisi yang menyebabkan daun durian menggulung dan buah muda rontok, kutu putih juga menciptakan lingkungan yang baik bagi berkembangnya jamur jelaga.
Bila jamur jelaga (jamur hitam) tumbuh pada pohon durian, maka akan menurunkan kualitas dan hasil buah durian, mengurangi daya tahan pohon durian dan sangat mempengaruhi estetika buah durian.
Ini juga merupakan salah satu hama yang menyerang produk buah khusus ketika diekspor secara resmi.
Setelah membudidayakan durian menggunakan metode yang ekologis dan aman selama bertahun-tahun, Tn. Thanh selalu berupaya menemukan cara efektif untuk mencegah kutu putih tanpa harus menggunakan pestisida.
Melalui pengamatan terhadap perilaku simbiosis kutu putih dan pergerakan semut, Tn. Thanh memikirkan cara untuk membuat penghalang pelindung tepat di batang pohon.
Oleh karena itu, ia menggunakan perban elastis medis yang direndam dalam larutan kelambu dan melilitkannya beberapa kali di batang pohon durian.
Letak plester medis pada batang pohon durian sekitar 30-80 cm di atas tanah. Setelah plester medis dililitkan pada semua tanaman di kebun, Pak Thanh juga mengontrol tajuk, mencegah semut berpindah dari pohon di luar kebun atau jalur perantara lainnya.
Setiap 3 bulan, ia menggunakan botol semprot kecil untuk menambahkan impregnasi kelambu yang telah diencerkan sesuai dengan rasio yang ditentukan pabrik pada posisi perban elastis.
Cara ini sudah efektif diterapkan Bapak Thanh pada kebun durian milik keluarganya selama 3 tahun terakhir, dengan biaya pencegahan kutu putih pada satu pohon durian hanya sekitar 4.000 - 5.000 VND/tahun.
Setelah setiap panen, ia melepas semua karet gelang, mencuci lumut dan menggunakannya kembali untuk panen berikutnya.
Selain efektif mencegah kutu putih merusak pohon durian, sejak menerapkan solusi pembungkusan dengan karet gelang medis dan pengendalian tajuk, Tn. Thanh juga memperhatikan bahwa jumlah buah yang dicungkil dan digerogoti oleh tupai dan tikus juga berkurang secara signifikan.
Menurut Bapak Thanh, ini merupakan solusi yang murah, mudah dilaksanakan dan ramah lingkungan yang dapat dijadikan acuan para tukang kebun untuk melindungi hasil produksi mereka.
Selain diaplikasikan pada pohon durian, solusi penggunaan plester medis untuk mencegah kutu putih juga dapat diaplikasikan pada pohon buah-buahan lainnya dan tanaman tahunan.
Solusi kreatif yang dibuat oleh Bapak Thanh ini bertujuan untuk secara proaktif mencegah kutu putih menyebabkan kerusakan, terutama dalam kondisi cuaca dan iklim yang semakin tidak menentu saat ini.
[iklan_2]
Sumber: https://danviet.vn/thu-phuc-con-dong-vat-quai-ac-hai-cay-tien-ty-cay-sau-rieng-o-dak-lak-bang-mot-thu-re-tien-20240818232318879.htm
Komentar (0)