Tran Quyet Chien kalah di final dan tidak bisa memenangkan Piala Dunia Ankara - Foto: UMB
Setelah pemain nomor 1 dunia Dick Jaspers tersingkir di perempat final, Tran Quyet Chien memiliki peluang besar untuk memenangkan kejuaraan. Sejak awal turnamen, ia selalu menunjukkan performa tinggi dan menang meyakinkan hingga mencapai final.
Dalam pertandingan kejuaraan biliar Piala Dunia Ankara, Tran Quyet Chien menghadapi lawan yang tangguh, Eddy Merckx. Pemain Belgia kelahiran 1968 ini telah memenangkan Piala Dunia sebanyak 13 kali.
Meskipun gelar terakhirnya diraih pada tahun 2023, Eddy Merckx tetap menjadi sosok yang patut diwaspadai oleh lawan-lawannya. Di perempat final Piala Dunia kali ini, ia berhasil menyingkirkan Dick Jaspers.
Memasuki pertandingan, kedua pemain memulai dengan baik. Di putaran kedua, Eddy Merckx menciptakan seri 8 poin. Tran Quyet Chien juga dengan cepat mencetak seri 5 poin untuk memperkecil skor menjadi 7-10.
Kedua pemain saling bertarung secara dramatis, dengan keunggulan selalu menjadi milik Eddy Merckx. Quyet Chien berjuang keras dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 24-24. Namun, ia kemudian melakukan kesalahan beruntun dan membiarkan lawannya unggul 29-24 saat jeda.
Setelah jeda, Eddy Merckx perlahan bangkit dengan mencetak 9 poin beruntun untuk memperlebar jarak menjadi 38-24. Sejak saat itu, semua usaha Tran Quyet Chien menjadi sia-sia. Ia masih bermain bagus, memiliki tembakan yang bagus, tetapi jaraknya terlalu jauh.
Eddy Merckx menang 50-40 dan menjuarai Piala Dunia Biliar Ankara. Sementara itu, Tran Quyet Chien belum meraih gelar internasional pertamanya di tahun 2025.
Hal ini cukup disayangkan, padahal di setiap turnamen dia sudah menunjukkan performa yang bagus, tetapi masih saja kurang beruntung.
Sumber: https://tuoitre.vn/thua-chung-ket-tran-quyet-chien-lo-hen-world-cup-billiards-ankara-20250615223539774.htm
Komentar (0)