Pada tanggal 19 Juni, Presiden Rusia Putin akan tiba di Hanoi , memulai kunjungan kenegaraan dua hari ke Vietnam, atas undangan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong.
Sesuai jadwal, delegasi Presiden Putin akan tiba di Bandara Noi Bai (Hanoi) pada 19 Juni. Seluruh upacara penyambutan resmi dan pertemuan bilateral dengan para pemimpin Vietnam akan berlangsung pada 20 Juni.
Selama kunjungan tersebut, Presiden Rusia Putin akan berbincang dengan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong. Kedua belah pihak akan mendengarkan pengantar dokumen yang telah ditandatangani dan memberikan keterangan pers setelah perundingan.
Pada saat yang sama, Presiden Putin dan Presiden To Lam akan bertemu dengan para pemimpin Asosiasi Persahabatan Vietnam dan generasi mantan mahasiswa Vietnam yang belajar di Rusia, dan beraktivitas dengan Perdana Menteri Pham Minh Chinh dan Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man .
Selama kunjungan resminya ke Rusia pada tahun 2014, Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong mengadakan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: VNA).
Menurut Duta Besar Vietnam untuk Rusia Dang Minh Khoi, dalam rangka kunjungan tersebut, para pemimpin kedua negara akan membahas dan mengarahkan Kemitraan Strategis Komprehensif hingga tahun 2030, dengan mendefinisikan lebih jelas bidang-bidang utama kerja sama, mulai dari ekonomi, perdagangan, pertahanan dan keamanan nasional, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi hingga pendidikan, budaya, dan diplomasi antarmasyarakat.
Sasaran jangka panjang dan rencana aksi khusus akan ditetapkan untuk memastikan pengembangan hubungan bilateral yang berkelanjutan dan efektif di masa depan.
Selain itu, kunjungan ini juga merupakan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menandatangani dan mengimplementasikan perjanjian kerja sama baru, sehingga menciptakan momentum untuk mempromosikan hubungan bilateral.
Perjanjian-perjanjian ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi tetapi juga memperkuat hubungan politik dan strategis antara kedua negara. Khususnya, dalam konteks berbagai fluktuasi situasi internasional, kerja sama yang erat antara Vietnam dan Rusia menjadi semakin penting.
Bapak Khoi menyatakan bahwa kunjungan Presiden Putin ke Vietnam juga mengirimkan pesan kuat tentang rasa saling menghormati antara kedua negara. Hal ini merupakan perwujudan nyata persahabatan dan solidaritas, yang dengan demikian berkontribusi dalam memperkuat posisi kedua negara di kancah internasional, demi kepentingan bersama kedua bangsa, serta demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.
Ini juga merupakan kesempatan bagi kedua negara untuk membahas isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama, yang berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di kawasan dan dunia.
"Saya yakin kunjungan Presiden Putin ini akan menjadi tonggak penting, menandai perkembangan hubungan istimewa yang kuat dan berkelanjutan antara Vietnam dan Federasi Rusia, membawa hubungan bilateral ke jalur yang terbuka, menuju masa depan cerah yang penuh persahabatan sejati dan kemitraan strategis yang komprehensif di era baru," tegas Bapak Khoi.
Duta Besar Vietnam untuk Rusia juga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki arti penting, yakni untuk lebih memperdalam Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-Rusia di segala bidang.
Hubungan ini akan ditingkatkan dalam situasi baru, terutama dalam konteks upaya kedua negara untuk mewujudkan Pernyataan Bersama tentang Visi Kemitraan Strategis Komprehensif hingga 2030.
"Kunjungan ini bukan hanya peristiwa diplomatik yang penting, tetapi juga menunjukkan rasa hormat dan komitmen Rusia terhadap hubungan kerja sama multifaset dengan Vietnam," menurut Duta Besar Vietnam untuk Rusia Dang Minh Khoi.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/xa-hoi/tong-thong-putin-den-viet-nam-hom-nay-20240618210046375.htm
Komentar (0)