Selain order spot, mata uang kripto juga memiliki perdagangan leverage di pasar berjangka. Mereka menggunakan order Long (memprediksi kenaikan) dan Short (memprediksi penurunan) pada fluktuasi harga mata uang kripto. Ini adalah bentuk investasi yang mengandung banyak risiko, bahkan ketika pasar sedang bertumbuh.
Banyak investor merugi seiring kenaikan Bitcoin. (Foto: StormGain)
Tepatnya, pada 21 November, Bitcoin melonjak tajam ke $97.500/koin, memecahkan semua rekor harga yang pernah dibuat. Jika kita menggunakan tolok ukur satu tahun, mata uang kripto terbesar di dunia ini telah meningkat sebesar 160%, menghasilkan keuntungan besar bagi para pembeli awal. Namun, ada juga ratusan ribu investor yang menderita kerugian ketika harga Bitcoin naik. Kelompok ini "bertaruh" pada tren penurunan di pasar derivatif.
Menurut Coinglass, dalam 24 jam terakhir, lebih dari 400 juta dolar AS pemain berjangka telah "menguap" di bursa. Jumlah pemain yang merugi diperkirakan sekitar 160.000. Di antaranya, order yang hangus terbesar bernilai 4,6 juta dolar AS, berdasarkan pasangan ETH-BTC di Binance.
BTC mengalami kerugian terbesar, dengan kerugian sebesar $114 juta, sebagian besar berasal dari trader yang pesimis. Sementara itu, pelaku pasar lainnya justru bergerak ke arah sebaliknya. Mereka yang memasang taruhan optimis pada ETH, XRP, dan DOGE mengalami kerugian.
Di tengah volatilitas pasar, jumlah aset yang mengalir ke pasar berjangka tetap tinggi. Data menunjukkan bahwa lebih dari $120 miliar volume perdagangan derivatif tercatat di bursa dalam 24 jam terakhir.
Total aset yang terbakar di pasar derivatif mata uang kripto mencapai lebih dari $400 juta. (Foto: CoinGlass)
Namun, menurut tabel prediksi Coinglass, mayoritas investor tidak optimistis terhadap pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Lebih dari separuh pemilih yakin BTC akan turun.
Reuters mengatakan kenaikan harga terbaru merupakan reaksi pasar terhadap berita bahwa perusahaan media sosial Donald Trump sedang dalam pembicaraan untuk membeli bursa mata uang kripto Bakkt.
Secara khusus, Financial Times melaporkan bahwa Trump Media and Technology Group, perusahaan yang mengoperasikan jaringan sosial Truth Social, akan menyelesaikan akuisisi semua saham Bakkt dengan dukungan dari ICE, pemilik Bursa Efek New York (NYSE).
Berita ini semakin meningkatkan harapan terhadap rezim yang ramah terhadap kripto di bawah pemerintahan Trump yang akan datang.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/tram-nghin-nguoi-chay-tai-khoan-khi-bitcoin-pha-dinh-ar908858.html
Komentar (0)