Masih banyak pertanyaan tentang kemampuan rudal tersebut untuk mengarahkan dan melindungi hulu ledak nuklirnya. Hwasong-19 adalah ICBM terbaru Korea Utara, yang diyakini memiliki jangkauan hingga mencapai Amerika Serikat.
“ICBM baru ini telah menunjukkan kepada dunia betapa hegemoni yang telah kita amankan dalam mengembangkan dan memproduksi senjata nuklir,” tegas pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Rekaman uji coba rudal Korea Utara. (Foto: Getty)
Menurut Korea Utara, rudal yang diluncurkan pada tanggal 31 Oktober terbang lebih tinggi daripada rudal Korea Utara sebelumnya, dan mereka melihat jalur penerbangan rudal tersebut jauh ke luar angkasa sebelum jatuh ke laut antara Jepang dan Rusia.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) memujinya sebagai "rudal strategis terkuat di dunia." Washington dan sekutunya di Korea Selatan, Jepang, dan Eropa, serta Sekretaris Jenderal PBB, mengutuk peluncuran rudal Korea Utara.
Menteri Pertahanan Jepang Jenderal Nakatani mengatakan rudal itu mendarat sekitar 300 km di sebelah barat Pulau Okushiri Jepang, di lepas pantai Hokkaido, dan telah terbang dengan jarak terjauh dibandingkan rudal Korea Utara sebelumnya.
"Ini adalah waktu terbang terlama dari semua roket sejauh ini. Saya rasa ini mungkin berbeda dari roket konvensional," kata Bapak Nakatani.
Kantor berita Yonhap menambahkan bahwa Korea Utara belum melakukan uji coba peluncuran rudal balistik sejak September tahun ini dan belum meluncurkan ICBM sejak Desember 2023. Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik dan rudal antarbenua dengan kecepatan yang semakin meningkat.
Korea Utara sedang meningkatkan produksi senjata nuklir taktisnya. Kim Jong-un telah memerintahkan pengembangan rudal balistik antarbenua baru yang mampu melancarkan serangan balik nuklir, serta produksi senjata nuklir taktis dengan daya rusak yang besar.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/trieu-tien-tuyen-bo-thu-nghiem-ten-lua-manh-nhat-the-gioi-hwasong-19-ar905076.html
Komentar (0)