Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping akan bertemu pada 15 November di San Francisco (California, AS). AFP pada 13 November mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, yang mengatakan bahwa kedua pemimpin akan berdialog mendalam mengenai isu-isu strategis, umum, dan orientasional terkait hubungan Tiongkok-AS, serta isu-isu penting terkait perdamaian dan pembangunan global.
Presiden Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden Joe Biden di Bali, Indonesia, pada November 2022.
"Tiongkok tidak takut akan persaingan, tetapi kami menentang pendefinisian hubungan Tiongkok-AS dalam konteks persaingan," ujar Mao dalam konferensi pers rutin pada 13 November. Juru bicara tersebut mendesak AS untuk menghormati kekhawatiran Tiongkok yang wajar dan hak-hak pembangunan yang sah, alih-alih hanya menekankan kekhawatirannya dengan mengorbankan kepentingan Beijing. "Tiongkok tidak berusaha mengubah AS, dan AS seharusnya tidak membentuk atau mengubah Tiongkok," tegas Mao.
Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan kedua pemimpin akan membahas isu-isu dalam hubungan bilateral, pentingnya menjaga saluran komunikasi, serta isu-isu regional dan global.
Berdasarkan pertemuan terakhir mereka pada November 2022, Presiden Biden dan Presiden Xi akan membahas bagaimana Amerika Serikat dan Tiongkok dapat terus mengelola persaingan secara bertanggung jawab dan bekerja sama dalam bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, terutama tantangan lintas batas yang memengaruhi komunitas internasional, menurut Ibu Jean-Pierre.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)