Berdasarkan isi perkara, Tn. TVĐ. memohon kepada instansi yang berwenang untuk mempertimbangkan pembatalan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHU) No. 447/QSDĐ/Fase 5/98 atas bidang tanah No. 307 yang diterbitkan oleh Komite Rakyat Distrik Hoc Mon (lama) kepada Ny. HTH (ibu kandung Tn. Đ.), dengan alasan bahwa sebagian dari bidang tanah tersebut merupakan hak guna usaha yang sah milik keluarganya yang telah hidup bermasyarakat sejak tahun 1987.
Menurut Tn. D., Ny. H. menggunakan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHU) sebagai agunan pinjaman bank tetapi tidak mampu melunasi utang tersebut, sehingga Kantor Penegakan Putusan Perdata Distrik Hoc Mon (lama) menyita dan melelang seluruh bidang tanah, termasuk tanah yang dikelola dan digunakan keluarganya. Tn. D. meminta perlindungan atas hak-haknya dan pengakuan atas hak hukumnya untuk menggunakan tanah tersebut.

Pada pertemuan tersebut, perwakilan berbagai departemen, cabang, pengadilan rakyat, dan Kejaksaan Rakyat Kota Ho Chi Minh berdiskusi, menganalisis, dan memberikan pendapat spesifik terkait kasus tersebut.
Di akhir pertemuan dengan warga, Kamerad Nguyen Van Loi menyambut baik rasa tanggung jawab dan koordinasi dari instansi terkait. Beliau meminta agar minggu depan, pengadilan, inspektorat, dan kejaksaan mengadakan pertemuan lintas disiplin untuk membahas penanganan kasus ini.
Kawan Nguyen Van Loi menekankan bahwa penyelesaian kasus harus didasarkan pada prinsip kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan tidak boleh mempengaruhi hak-hak warga negara yang sah dan sah.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/truong-doan-dai-bieu-quoc-hoi-tphcm-nguyen-van-loi-tiep-cong-dan-post804920.html
Komentar (0)