Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran No. 36/2024 yang mengatur standar kesehatan, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi dan operator sepeda motor khusus; pemeriksaan kesehatan berkala bagi pengemudi mobil; dan basis data kesehatan pengemudi dan operator sepeda motor khusus. Surat Edaran ini berlaku mulai 1 Januari 2025.
Sehubungan dengan itu, Surat Edaran Nomor 36 ini memiliki 7 poin baru dibandingkan dengan ketentuan yang berlaku saat ini, yaitu mengenai pengaturan: pengelompokan yang berlaku; pemeriksaan narkoba dan minuman keras; penghapusan formulir buku pemeriksaan kesehatan berkala pada surat edaran lama; penambahan ketentuan tentang pangkalan data kesehatan pengemudi dan operator sepeda motor khusus; dan penambahan masa berlaku surat keterangan pemeriksaan kesehatan pengemudi.
Bersamaan dengan itu, Surat Edaran 36 memiliki poin baru, yakni menghapus ketentuan pemeriksaan kehamilan; dan beberapa perubahan standar kesehatan untuk beberapa spesialisasi seperti psikiatri, mata, telinga, hidung, dan tenggorokan...
Terkait pengelompokan, Surat Edaran Nomor 36 mengatur bahwa standar kesehatan bagi pengemudi dan operator sepeda motor khusus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
Golongan 1 : Berlaku untuk pemeriksaan kesehatan dalam rangka penerbitan SIM A1, B1 dan SIM khusus pengemudi sepeda motor.
Kelompok 2: Berlaku untuk pemeriksaan medis untuk penerbitan SIM kelas A dan B.
Kelompok 3: Berlaku untuk pemeriksaan medis untuk menerbitkan SIM kelas C1, C, D1, D2, D, BE, C1E, CE, D1E, D2E dan DE.
Peraturan saat ini sesuai dengan surat edaran lama: golongan 1 untuk pengemudi golongan A1; golongan 2: untuk pengemudi golongan B1; golongan 3: untuk pengemudi golongan: A2, A3, A4, B2, C, D, E, FB2, FC, FD, FE.
Surat Edaran Nomor 36 ini mengatur, bagi masyarakat yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum tanggal 1 Januari 2025 dan ingin melakukan perubahan atau penerbitan kembali SIM golongan A1 menjadi SIM golongan A sesuai ketentuan pada Pasal 89 ayat (3) huruf a UU Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dikenakan standar kesehatan golongan 1 untuk pemeriksaan kesehatan.
Menurut Surat Edaran 36, penyandang disabilitas tidak wajib memeriksakan diri ke dokter spesialis muskuloskeletal (Pasal 4 Pasal 2).
Pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas yang mengajukan permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) Golongan A1 atau Surat Izin Mengemudi (SIM) Golongan B sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 Ayat (2), Undang-Undang tentang Tertib Lalu Lintas dan Jalan: menerapkan standar kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran 1 yang ditetapkan dengan Surat Edaran Nomor 36 untuk pemeriksaan kesehatan, namun tidak memerlukan pemeriksaan Muskuloskeletal yang khusus.
Tes untuk pemeriksaan kesehatan pengemudi
Surat Edaran 36 menetapkan bahwa pemeriksaan kesehatan saat penerbitan dan perpanjangan SIM hanya mencakup pemeriksaan kadar narkoba (5 jenis narkoba); peraturan saat ini mewajibkan pemeriksaan untuk 4 jenis narkoba. Pemeriksaan narkoba wajib, tetapi pemeriksaan alkohol tidak wajib. Pemeriksaan alkohol hanya diwajibkan atas resep dokter, jika ada kecurigaan.
Pemeriksaan kesehatan berkala bagi pengemudi mobil: tes alkohol dan narkoba wajib.
Surat Edaran 36 menetapkan bahwa surat keterangan sehat berlaku selama 12 bulan sejak tanggal penandatanganan kesimpulan, perpanjangan 6 bulan dibandingkan ketentuan dalam surat edaran lama yang berlaku saat ini. Selain itu, Surat Edaran 36 juga mengubah beberapa kriteria terkait kesehatan mental, telinga, hidung, dan tenggorokan, serta menghapus persyaratan pemeriksaan kehamilan karena kurang relevan dengan kesehatan pengemudi.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/tu-1-1-2025-ap-dung-7-diem-moi-trong-tieu-chuan-kham-suc-khoe-nguoi-lai-xe.html
Komentar (0)