Ciputra merupakan kawasan perkotaan besar, proses investasinya panjang dan rumit.
Pagi ini (3 Juli), melanjutkan sesi ke-17, Dewan Rakyat Hanoi mengadakan sesi tanya jawab tentang sekelompok masalah yang terkait dengan disiplin, ketertiban, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas publik di lembaga-lembaga negara kota.
Dalam tanya jawab pada rapat tersebut, delegasi Vu Ngoc Anh (kelompok distrik Bac Tu Liem) mengatakan, melalui pemantauan, ada sejumlah dokumen terkait proyek yang dilaksanakan di daerah tersebut yang dikirim instansi pusat untuk meminta pendapat, namun departemen dan cabang yang ditugaskan memberi nasihat kepada Komite Rakyat Kota menanggapi dengan sangat lambat.
Delegasi Vu Ngoc Anh (kelompok distrik Bac Tu Liem).
Bapak Vu Ngoc Anh mencontohkan kasus di mana Kementerian Perencanaan dan Investasi mengirimkan surat resmi ke pemerintah kota untuk meminta masukan atas penilaian dan penyesuaian berkas proyek kawasan perkotaan Nam Thang Long (dikenal pula sebagai kawasan perkotaan Ciputra), tetapi setelah 1 tahun tidak mendapat tanggapan meskipun dokumen terus didesak.
"Mengapa, setelah 1 tahun, Komite Rakyat Kota belum juga mengirimkan dokumen kepada Kementerian Perencanaan dan Investasi? Saya meminta agar pemerintah kota memberi tahu kami tentang upaya mendesak, memperbaiki, dan mengatasi situasi ini di masa mendatang," ujar delegasi Ngoc Anh.
Menanggapi pertanyaan, Direktur Departemen Perencanaan dan Investasi Hanoi Le Anh Quan mengatakan bahwa alasan objektifnya adalah Kawasan Perkotaan Ciputra merupakan kawasan perkotaan yang besar, proses investasinya telah melalui waktu yang sangat panjang, telah diperiksa dan diaudit berkali-kali dan "banyak sekali komplikasinya".
Sementara itu, Dinas Perencanaan dan Investasi hanyalah lembaga fokus yang ditugaskan oleh pemerintah kota untuk memberikan pendapat tentang proyek tersebut, bukan semata-mata Dinas tersebut. Dinas juga harus meminta pendapat dari departemen dan cabang terkait seperti Dinas Keuangan, Dinas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah.
"Melalui proses pemberian komentar, telah ada laporan yang disampaikan kepada Kementerian Perencanaan dan Investasi, dan Kementerian telah memberikan tanggapan tertulis kepada investor," ujar Bapak Quan.
Direktur Departemen Perencanaan dan Investasi Hanoi Le Anh Quan.
Mengenai penyebab subjektif, Tn. Le Anh Quan mengakui bertanggung jawab atas Departemen Perencanaan dan Investasi serta departemen dan cabang lain yang tidak segera dan aktif memberikan sumbangan ide dan memberi saran kepada kota untuk memberikan tanggapan.
"Berdasarkan informasi ini, pemerintah kota telah melakukan inspeksi terhadap layanan publik di Dinas Perencanaan dan Investasi serta dinas dan instansi terkait. Dari sana, ditemukan permasalahan dan manifestasi dalam pemrosesan dokumen, serta kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki agar ke depannya, ketika memberikan komentar atas proyek, dapat dilakukan secepat dan seakurat mungkin," ujar Bapak Quan.
Hanoi akan memperkuat dan meningkatkan kapasitas stafnya.
Menanggapi pertanyaan, Wakil Ketua Komite Rakyat Hanoi Duong Duc Tuan mengatakan bahwa dalam kasus kebijakan investasi baru, proses yang koheren dapat dibangun, tetapi ketika menyesuaikan investor, setiap proyek investasi merupakan proses dan peta jalan hukum yang sangat rumit.
Wakil Ketua Komite Rakyat Hanoi Duong Duc Tuan.
Dalam kasus kawasan perkotaan Ciputra, responnya paling lambat karena proyek ini besar, sekitar 300 hektar, mempunyai investor level 1, merupakan perusahaan patungan antara perusahaan asing dan dalam negeri, dan banyak investor sekunder.
Proyek ini memiliki banyak kendala, sehingga responsnya lambat. Penyesuaian kebijakan investasi proyek ini rumit dan banyak kendala, sehingga membutuhkan perhatian yang tinggi dari instansi terkait. Komite Rakyat Kota menilai bahwa konten ini masih ada dan masih berbelit-belit.
Pemerintah kota akan fokus pada konsolidasi dan peningkatan kapasitas staf serta pengorganisasian implementasi yang efektif untuk mempersingkat waktu penyampaian pendapat kepada kementerian dan lembaga pusat terkait penyesuaian kebijakan investasi untuk proyek-proyek kompleks. "Memastikan waktu sesingkat mungkin, tetapi tetap menjamin kualitas," ujar Bapak Tuan.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/vi-sao-ha-noi-cham-tra-loi-ve-du-an-ciputra-192240703113747368.htm
Komentar (0)