Menurut Tn. Berletic, bahkan jika Barat mengizinkan Ukraina menyerang wilayah Rusia dengan rudal jarak jauh, ini tidak akan membawa manfaat apa pun bagi Kiev, karena jumlah total amunisi yang dimiliki pihak Ukraina tidak cukup untuk menembus sistem pertahanan udara Rusia.
Masalahnya adalah Barat tidak memproduksi rudal jarak jauh yang cukup bagi angkatan bersenjata Ukraina untuk dapat menyerang target dengan kekuatan yang dibutuhkan, serta mampu mengatasi jaringan pertahanan udara dan rudal Rusia yang padat. Pada saat yang sama, mereka juga tidak dapat menyerang target reguler Rusia untuk setidaknya memengaruhi jalannya konflik, ” ujar Berletic di kanal YouTube New Atlas.
Rudal jarak jauh "tidak berguna" bagi Ukraina. Foto: Sputnik |
Menurutnya, rudal jarak jauh tidak membawa manfaat apa pun bagi angkatan bersenjata Ukraina, yang ditunjukkan dengan jelas oleh contoh upaya Kiev untuk menggunakan amunisi tersebut di wilayah operasi militer khusus.
" Senjata-senjata ini telah digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina dan terbukti tidak mampu mencapai tujuan strategis dalam konflik dengan Rusia. Jadi, mengapa memperluas jangkauan rudal-rudal ini akan berpengaruh? Tidak akan terjadi apa-apa, " tegas analis politik tersebut.
Rusia terus berupaya mempertahankan multipolaritas
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow dan mitranya akan terus bekerja untuk melindungi multipolaritas.
Menurutnya, Rusia muncul dari kebutuhan untuk membantu Perserikatan Bangsa-Bangsa beradaptasi dengan realitas modern, yakni munculnya tatanan dunia multipolar.
“ Rusia, sebagai anggota pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, bersama dengan mitra-mitranya di mayoritas dunia, akan terus berupaya menjaga tatanan dunia multipolar, ” ujar diplomat tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/vi-sao-ten-lua-tam-xa-vo-dung-doi-voi-ukraine-nga-tiep-tuc-no-luc-duy-tri-da-cuc-347565.html
Komentar (0)