Pada saat inspeksi, tim menemukan bahwa klinik tersebut menyediakan layanan pemeriksaan dan perawatan medis di luar cakupan keahliannya (aborsi pada usia kehamilan 7 minggu 5 hari) dan mengiklankannya dengan melanggar peraturan. Menurut laporan Dr. NTN, orang yang melakukan aborsi dengan aspirasi vakum, beliau menggunakan obat Seduxen sebagai pra-anestesi untuk pasien, tetapi rekam medis tidak menunjukkannya. Resep dalam rekam medis tidak sesuai dengan obat yang diberikan pasien kepada Bagian Hukum Inspeksi.
Departemen Pemeriksaan dan Hukum terus mengajak pihak perusahaan, dokter NTN dan individu terkait untuk bekerja sama, mengklarifikasi konten terkait, mensintesis dokumen, menangani pelanggaran administratif terhadap organisasi dan individu secara tegas sesuai ketentuan hukum, hasil penanganan dipublikasikan di portal informasi elektronik Departemen Kesehatan .
Departemen Kesehatan menganjurkan agar masyarakat mempelajari dan berkonsultasi mengenai kualitas klinik sebelum memutuskan untuk memilih klinik untuk pemeriksaan dan perawatan dengan mengakses Portal Pencarian Praktik Medis dan Farmasi Kota Ho Chi Minh di: https://tracuu.medinet.org.vn, dan jangan terburu-buru membayar biaya tambahan yang tidak wajar ketika diminta oleh klinik. Jika Anda merasa "ditipu dengan penyakit atau uang Anda diambil", segera hubungi hotline Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh di: 0967.771.010 dan 0989.401.155 .
Departemen Kesehatan mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar segera menerapkan aplikasi pengelolaan tenaga praktik di seluruh Indonesia. Dengan demikian, Dinas Kesehatan dapat melakukan pemutakhiran izin praktik dan izin operasional pada perangkat lunak manajemen umum sistem kesehatan, sehingga memudahkan pencarian informasi praktik secara daring, memudahkan pengelolaan dan pemeriksaan, serta memudahkan masyarakat dan fasilitas kesehatan dalam melakukan verifikasi informasi praktik, sehingga tidak terjadi lagi praktik dokter yang memiliki lebih dari satu surat keterangan praktik dan mendaftar praktik di banyak provinsi/kota dalam waktu yang bersamaan.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/xu-ly-nghiem-phong-kham-co-dau-hieu-ve-benh-moi-tien-post810015.html
Komentar (0)