Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

7 bulan tanpa menerima tunjangan hidup bagi mahasiswa pedagogi

Báo Tuổi TrẻBáo Tuổi Trẻ05/08/2024

[iklan_1]
Thí sinh thi năng khiếu thể dục thể thao vào Trường đại học Sư phạm Thể dục thể thao TP.HCM năm 2024. Sinh viên sư phạm trường này phản ánh trường chậm chi trả hỗ trợ sinh hoạt phí - Ảnh: N.T.

Calon mahasiswa mengikuti tes bakat olahraga untuk masuk Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kota Ho Chi Minh pada tahun 2024. Mahasiswa pedagogis sekolah ini melaporkan bahwa sekolah tersebut lambat dalam membayar biaya hidup - Foto: NT

Merenungkan kepada Tuoi Tre Online , seorang mahasiswa dari Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kota Ho Chi Minh (di bawah Kementerian Pendidikan dan Pelatihan ) mengatakan bahwa selama 7 bulan ia tidak menerima dukungan biaya hidup bagi mahasiswa pedagogi sesuai dengan Keputusan 116.

Sementara itu, beberapa siswa mengatakan bahwa dana dari kementerian telah ditransfer ke sekolah sejak awal Juni 2024, tetapi sekolah belum membayarkan uang tersebut kepada siswa. Ketika ditanya oleh siswa, pihak sekolah mengatakan bahwa karena dokumen terkait pembayaran belum lengkap, uang tersebut belum ditransfer kepada siswa.

Menanggapi hal ini, Bapak Nguyen Dac Thinh, Kepala Departemen Kemahasiswaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa memang benar dana bantuan mahasiswa telah dikirimkan ke pihak sekolah sejak bulan Juni. Pihak sekolah telah mentransfer daftar mahasiswa pedagogi penerima bantuan biaya kuliah ke bank, tetapi telah dikembalikan dua kali untuk melengkapi dokumen.

"Pertama, bank meminta klarifikasi mengapa jumlah mahasiswa pedagogi penerima tunjangan hidup lebih rendah dari yang tercatat sebelumnya. Kedua, bank meminta penambahan empat lampiran berbeda pada daftar mahasiswa yang terpaksa putus kuliah, dan tidak menyetujui penggabungan daftar mata kuliah. Setiap kali, pihak sekolah harus melengkapi data dan menandatangani ulang dokumen, yang sangat memakan waktu," jelas Bapak Thinh.

Selain itu, Bapak Thinh juga menambahkan bahwa banyak siswa yang telah menerima peringatan akademik ketiga dan terpaksa meninggalkan sekolah. Pihak sekolah mengirimkan surat peringatan kepada siswa tersebut dan menunggu tanggapan dari siswa tersebut dengan informasi yang akurat dan jika ada kesalahan. Hal ini juga memakan waktu yang lama. Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan pembayaran.

Terkait dengan pembayaran biaya hidup mahasiswa pedagogi, Bapak Thinh menegaskan bahwa pihak sekolah belum membayar biaya hidup mahasiswa semester kedua tahun ajaran 2023-2024, termasuk bulan ke-1 hingga ke-5. Pihak sekolah telah menyelesaikan pembayaran untuk semester-semester sebelumnya. Total biaya untuk mendukung mahasiswa pedagogi yang mendaftar kebijakan ini pada semester sebelumnya sekitar 18 miliar VND.

"Ini adalah tunjangan hidup bagi mahasiswa pelatihan guru sesuai peraturan. Sekolah hanya dapat membayar kepada penerima manfaat yang tepat, dan tidak dapat menggunakannya untuk tujuan lain. Keterlambatan pembayaran disebabkan oleh prosedur administrasi," ujar Bapak Thinh.

Banyak mahasiswa pedagogi yang memiliki hutang biaya hidup

Keputusan Pemerintah 116/2020 tentang kebijakan untuk mendukung biaya kuliah dan biaya hidup bagi mahasiswa pedagogi berlaku mulai 15 November 2020.

Empat tahun telah berlalu, dan banyak mahasiswa pedagogi yang terdaftar pada tahun 2020 belum menerima tunjangan hidup bulanan sebesar VND3,63 juta. Sementara itu, mahasiswa pedagogi di banyak universitas mengalami penundaan tunjangan hidup selama 6 bulan hingga lebih dari setahun.

Sebagian besar sekolah yang terlambat membayar tunjangan hidup adalah universitas provinsi. Selain itu, banyak universitas keguruan besar juga mengalami masalah ini.

Utang biaya hidup mahasiswa kependidikan bersumber dari lambannya kebijakan penataan, pemberian tugas pelatihan, dan persetujuan anggaran pembayaran oleh daerah.


[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/7-thang-chua-nhan-duoc-ho-tro-sinh-hoat-phi-cho-sinh-vien-su-pham-2024080513294448.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk