Kegiatan ini juga merupakan salah satu dari tiga pilar kerja sama yang bertujuan untuk mewujudkan model koordinasi antara Negara, sekolah, dan perusahaan, sejalan dengan orientasi Resolusi No. 57 tentang pengembangan ilmu pengetahuan , teknologi, dan inovasi, terkait dengan tujuan transformasi digital nasional.
Perwakilan Asia Commercial Joint Stock Bank (ACB ) dan Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh (Universitas Nasional HCMC) menandatangani perjanjian kerja sama (Foto: BTC).
Membangkitkan pemikiran finansial, menumbuhkan jiwa kemandirian
Pergeseran ke ekonomi digital menetapkan standar kompetensi baru bagi generasi muda, di mana keterampilan mengelola keuangan pribadi menjadi salah satu elemen inti. Membekali siswa dengan pemikiran keuangan sejak dini dianggap sebagai fondasi yang membantu mereka lebih proaktif dalam merencanakan masa depan.
Atas dasar itu, program pinjaman biaya kuliah istimewa yang dilaksanakan bersama oleh ACB dan VNU-HCMC tidak sekadar untuk mendukung biaya kuliah, tetapi juga untuk menciptakan kondisi bagi para siswa agar dapat secara bertahap melatih keterampilan perencanaan, mengalokasikan sumber daya, dan mengelola keuangan pribadi mereka secara bertanggung jawab sejak mereka masih di sekolah.
Diharapkan akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2025-2026 dengan total limit hingga 50 miliar VND, program ini memiliki banyak keunggulan luar biasa seperti: pinjaman tanpa jaminan, suku bunga preferensial, dan jangka waktu pinjaman yang panjang. Cakupan dukungan tidak hanya terbatas pada siswa yang berada dalam situasi sulit, tetapi juga mencakup kaum muda yang ingin melatih kemandirian dan fondasi keuangan dasar mereka langsung dari ruang kelas.
Bapak Tran Hung Huy, Ketua Dewan Direksi ACB (Foto: ACB).
Bapak Tran Hung Huy, Ketua Dewan Direksi ACB, menyampaikan: “Bagi ACB, pendidikan selalu menjadi prioritas strategis dalam upaya mewujudkan ESG. Paket pinjaman biaya kuliah ini tidak hanya mendukung biaya kuliah, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan pemikiran finansial, kemandirian, dan tanggung jawab—persyaratan penting di era saat ini.”
Pada platform kerja sama ini, kedua belah pihak bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan sekolah yang komprehensif, di mana siswa tidak hanya memiliki akses ke alat keuangan yang sesuai tetapi juga dilengkapi dengan keterampilan berpikir dan penerapan, secara bertahap mengembangkan pemikiran mandiri, kemampuan mengelola sumber daya, dan bersikap proaktif dalam merencanakan masa depan.
Mendampingi kaum muda tidak berhenti di ruang kelas, ACB terus memperluas solusi keuangan cerdas untuk mendukung perjalanan memulai bisnis dan menetap. Baru-baru ini, ACB meluncurkan paket pinjaman "Rumah Pertama" untuk kaum muda.
Gigih dengan misi mengembangkan pendidikan berkelanjutan
Selama bertahun-tahun, ACB telah mendampingi sejumlah dana beasiswa dari asosiasi, lembaga, dan sekolah untuk mendukung siswa yang rajin belajar dengan keadaan sulit di seluruh negeri, seperti “Journey I Love Life” atau program perlindungan lingkungan “Closer to O”.
Selama tiga tahun berturut-turut (2022-2024), ACB telah menggelontorkan total VND6,79 miliar untuk kegiatan dukungan pendidikan, dengan fokus pada siswa kurang mampu di berbagai daerah di seluruh negeri. Bank ini telah memberikan 2.972 beasiswa, 2.576 tas ransel, 27.600 buku tulis, dan 336 mantel hangat, membantu ribuan anak di berbagai provinsi dan kota di seluruh negeri untuk bersekolah.
Pada bulan April, ACB meluncurkan program untuk mendidik dan mengklasifikasikan sampah di sumbernya di lebih dari 120 sekolah di Kota Ho Chi Minh, menyumbangkan 1.600 tempat sampah dengan tujuan membangun gaya hidup hijau bagi siswa.
Sebagai bank pionir yang menerapkan nilai-nilai ESG, ACB menganggap pendidikan bukan hanya sebagai area prioritas tetapi juga landasan penting dalam strategi pengembangan manusia, yang menjadi fokus faktor S (Sosial).
Sumber: https://dantri.com.vn/kinh-doanh/acb-phoi-hop-dai-hoc-quoc-gia-tphcm-trien-khai-chuong-trinh-dong-hanh-cung-sinh-vien-20250728094603867.htm
Komentar (0)