Menteri Luar Negeri Indonesia berbicara kepada pers tentang Konferensi Diplomatik ASEAN ke-56 pada 10 Juli. (Sumber: Antara) |
Menteri Retno Marsudi menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas telah dijaga ASEAN selama lebih dari lima dekade. Hal ini telah membawa kemakmuran bagi kawasan Asia Tenggara.
"Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara hampir selalu lebih tinggi daripada pertumbuhan global. Pertumbuhan dan kemakmuran hanya dapat dicapai jika ada perdamaian dan stabilitas - dan ASEAN telah berhasil mewujudkannya sejauh ini," ujar Menteri Retno Marsudi kepada para wartawan.
Rangkaian acara dalam rangka AMM 56 akan berlangsung di Jakarta pada 10-14 Juli.
Peristiwa tersebut meliputi 18 pertemuan, termasuk pertemuan pembahasan Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ); pertemuan Komisi Antarpemerintah ASEAN tentang Hak Asasi Manusia (AICHR); sesi pleno AMM dan sesi tertutup.
Selain itu, agenda juga mencakup pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dengan mitra dialog ASEAN, yaitu India, Selandia Baru, Rusia, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa (UE), Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat; Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN + 3, Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur (EAS), dan Forum Regional ASEAN (ARF).
Rangkaian acara tersebut akan dihadiri sedikitnya 1.165 delegasi dan 493 wartawan Indonesia dan mancanegara.
Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Indonesia telah mengusung tema “ASEAN: Pusat Pertumbuhan”, yang mencerminkan fokus Ketua ASEAN dalam mengarahkan kerja sama di dalam ASEAN untuk meningkatkan relevansi ASEAN dalam menanggapi tantangan regional dan global, sekaligus membangun posisi ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)