Kuba dan Inggris menandatangani Perjanjian Kerja Sama dan Dialog Politik (ADPC), yang bertujuan untuk membangun landasan bagi hubungan bilateral dalam isu-isu seperti pembangunan ekonomi, lingkungan, dan hak asasi manusia.
| David Rutley (kiri), Menteri Urusan Amerika dan Karibia di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris , dan Anayansi Rodríguez, Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, menandatangani perjanjian kerja sama Kuba-Inggris yang baru. (Sumber: Radio Habana, Kuba) |
Setelah melalui berbagai negosiasi, Menteri Urusan Amerika dan Karibia di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris , Anggota Parlemen David Rutley, dan Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Anayansi Rodríguez, menandatangani perjanjian tersebut pada tanggal 22 November.
Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menekankan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Dialog Politik antara kedua pihak akan berkontribusi pada penguatan dan perluasan hubungan bilateral, serta pemanfaatan potensi yang ada.
Ini adalah kunjungan resmi pertama Anggota Parlemen David Rutley ke Kuba, dan ia berencana untuk bertemu dengan perwakilan dari berbagai badan PBB serta para pengusaha lokal.
Pada tahun 2018, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengunjungi London. Setahun kemudian, Pangeran Charles dan Duchess Camila mengunjungi Havana dan melakukan berbagai pertukaran yang semakin memperkuat hubungan Kuba-Inggris, berdasarkan dialog dan saling menghormati.
Sumber







Komentar (0)