
Pada tanggal 24 Juni, Rumah Sakit Penyakit Tropis Kota Ho Chi Minh mengatakan pihaknya sedang merawat dua kasus ensefalitis yang disebabkan oleh komplikasi langka herpes zoster.
Kasus pertama adalah Ny. DTP (87 tahun, tinggal di Provinsi Lam Dong ), yang dirawat di rumah sakit dengan gejala khas ensefalitis seperti demam, sakit kepala, dan gangguan persepsi... Dokter mencatat adanya lesi kecil di bawah dada kiri. Setelah 1 bulan perawatan, pasien masih belum sadar dan harus dipasangi ventilator.
Kasus kedua adalah Tn. NMH (63 tahun, tinggal di Kota Ho Chi Minh), dirawat di rumah sakit dengan gejala ensefalitis, lesi telah berkerak sehingga sangat sulit didiagnosis melalui pemeriksaan rutin.
Saat ini, pasien sadar tetapi lemah, menggunakan oksigen, dan tidak mampu mengendalikan tindakannya.
Menurut dokter, ada obat antivirus khusus untuk herpes zoster. Namun, komplikasi seperti nyeri saraf yang berkepanjangan, ensefalitis, pneumonia, dan kehilangan ingatan memengaruhi kualitas hidup pasien.
Meskipun komplikasi ensefalitis akibat herpes zoster cukup jarang, sejak awal tahun, ada sekitar 4-5 kasus yang dirujuk ke fasilitas medis ini.
Untuk mencegah penyakit ini, masyarakat harus melengkapi diri dengan gizi yang tepat, memperbaiki kondisi tubuh secara umum, menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan penderita herpes zoster saat tubuhnya masih melepuh, tidak merokok, menjalani gaya hidup yang moderat, mengurangi rasa cemas... Di samping itu, lakukan vaksinasi agar pencegahan penyakit ini dapat dilakukan secara efektif.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ba-cu-hon-me-do-bien-chung-hiem-gap-cua-zona-than-kinh-post800805.html
Komentar (0)