Pagi-pagi sekali, di ibu kota Phnom Penh, unjuk rasa dan pawai yang mengakhiri kampanye pemilihan Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa, yang diketuai Jenderal Hun Manet, anggota Komite Tetap Komite Sentral CPP dan kandidat CPP di daerah pemilihan kota Phnom Penh, dengan partisipasi hampir 80.000 pendukung CPP di seluruh ibu kota berlangsung di bawah hujan.

Aksi unjuk rasa besar Partai Rakyat Kamboja pada hari terakhir kampanye pemilu. Foto: AKP

Berbicara kepada para pendukungnya, Jenderal Hun Manet mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung yang telah mengabdikan diri selama beberapa hari terakhir, berkampanye untuk pemilu ini tanpa mengenal hujan atau cerah, dengan tekad yang kuat dan cinta yang penuh kepada CPP serta mematuhi secara ketat semua peraturan Komite Pemilihan Nasional (NEC).

Jenderal Hun Manet menyerukan agar pemilu 23 Juli menjadi hari yang sangat penting bagi Kamboja. "Demi menjaga perdamaian , stabilitas politik, dan kesejahteraan, para pemilih harus datang ke tempat pemungutan suara, terutama memilih CPP," ujarnya.

Jenderal Hun Manet menegaskan, selama 44 tahun terakhir, CPP senantiasa bahu-membahu dengan rakyat Kamboja dalam segala situasi, memimpin rakyat mengatasi segala kesulitan dan tantangan, terutama ketika negara itu berada di ambang genosida, untuk membangun kembali dan membangun negara yang damai dan sejahtera seperti saat ini.

“Sejarah telah membuktikan bahwa hanya CPP yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memimpin Kamboja menuju masa depan yang cerah, jadi memilih CPP sama saja dengan memilih diri kita sendiri,” ujar Jenderal Hun Manet kepada para pemilih.

Partai Rakyat Kamboja menggelar rapat umum pada hari terakhir kampanye pemilu. Foto: AKP

Selain CPP, beberapa partai politik lain juga menggelar pawai dan kegiatan lainnya di seluruh negeri pada 21 Juli. Akan ada 18 partai politik yang berpartisipasi dalam persaingan politik di pemilu Kamboja 2023.

Tanggal 22 Juli adalah "hari putih" di mana semua kegiatan kampanye pemilu dilarang, dan pada hari Minggu (23 Juli), 23.789 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri akan dibuka mulai pukul 7 pagi hingga 3 sore bagi para pemilih yang memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka, di bawah pengawasan 333 pemantau internasional dari 65 negara dan organisasi internasional serta hampir 90.000 pemantau dari 134 organisasi dan asosiasi domestik.

DOAN TRUNG (menurut AKP)

* Silakan kunjungi bagian Internasional untuk melihat berita dan artikel terkait.