Baru-baru ini, di Rumah Sakit Nguyen Tri Phuong (Distrik 5 lama), beberapa pasien melaporkan bahwa mereka harus mengambil foto saat menggunakan asuransi kesehatan untuk menemui dokter.
Banyak orang khawatir tentang pengumpulan informasi gambar pribadi tanpa tujuan yang jelas, dan takut akan risiko pengungkapan data jika rumah sakit tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang efektif.

Rumah Sakit Nguyen Tri Phuong - tempat kejadian terjadi (Foto: BVNTP).
Terkait dengan kejadian pasien yang harus mengambil foto saat pemeriksaan asuransi kesehatan di Rumah Sakit Nguyen Tri Phuong, pada sore hari tanggal 28 Juli, informasi dari Departemen Kesehatan Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa sektor kesehatan kota tidak mendorong tindakan ini ketika fasilitas medis belum sepenuhnya mengembangkan prosedur dan tidak memiliki peraturan tentang perlindungan informasi pribadi sesuai peraturan perundang-undangan.
Kementerian Kesehatan dan Asuransi Sosial Vietnam belum mengeluarkan dokumen hukum yang mewajibkan fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis untuk mengambil dan menyimpan gambar pasien saat menerima pemeriksaan asuransi kesehatan atau menerapkan rekam medis elektronik (EMR).
Aktivitas autentikasi informasi pasien menggunakan akun identifikasi elektronik (VNeID) yang dikeluarkan oleh Kementerian Keamanan Publik juga tidak memerlukan penyimpanan gambar di rumah sakit.
Dalam hal menggunakan gambar untuk membandingkan dengan basis data populasi, sistem terkait harus memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan perundang-undangan tentang keamanan dan keselamatan informasi pribadi.
"Rumah sakit perlu secara proaktif mengambil gambar pasien untuk meningkatkan identifikasi, menghindari kebingungan pasien, dan meningkatkan efisiensi manajemen. Namun, kegiatan ini berada dalam lingkup tanggung jawab fasilitas pemeriksaan dan perawatan medis dan harus dilaksanakan secara ketat sesuai dengan ketentuan hukum," tegas Kementerian Kesehatan.
Secara khusus, pengambilan gambar pasien selama pemeriksaan medis hanya diperbolehkan apabila pasien diberi tahu sepenuhnya tentang tujuan penggunaan, ruang lingkup penyimpanan, dan hak atas perlindungan data pribadi, serta harus memiliki persetujuan pasien.
"Hal ini tidak boleh dianggap sebagai syarat wajib untuk menerima pemeriksaan dan perawatan medis, terutama dalam pemeriksaan dan perawatan asuransi kesehatan," kata Departemen tersebut.
Sektor kesehatan kota tidak mendorong penerapan pengambilan gambar pasien dalam kasus di mana fasilitas medis belum sepenuhnya mengembangkan prosedur dan tidak memiliki peraturan tentang perlindungan informasi pribadi.
Jika rumah sakit perlu menerapkan gambar untuk mendukung identifikasi pasien guna meningkatkan manajemen pengguna kartu asuransi kesehatan, Departemen Kesehatan merekomendasikan agar rumah sakit mengembangkan rencana implementasi khusus dan melaporkannya kepada Departemen Kesehatan untuk mendapatkan panduan dan penilaian legalitas, proses implementasi, dan kemampuan keamanan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin privasi pasien, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu hak pasien saat mengakses layanan pemeriksaan dan perawatan medis.
Dinas Kesehatan Kota Ho Chi Minh menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan mewajibkan fasilitas kesehatan untuk melaksanakan transformasi digital dengan tetap mengutamakan perlindungan hak-hak hukum masyarakat, menjamin penerapan teknologi informasi dalam pemeriksaan dan pengobatan kesehatan dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan, sesuai praktik, dan tidak menimbulkan prosedur atau ketidaknyamanan bagi masyarakat dalam menggunakan jasa pemeriksaan dan pengobatan kesehatan.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/benh-vien-chup-hinh-nguoi-dan-kham-bhyt-so-y-te-tphcm-noi-gi-20250728185846200.htm
Komentar (0)