Tambahkan lapisan keamanan ekstra saat melakukan transaksi perbankan online.

Untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan bagi warga negara saat melakukan transaksi perbankan online, Bank Negara Vietnam mengeluarkan Keputusan No. 2345/QD-NHNN (berlaku mulai 1 Juli 2024). Sesuai dengan itu, mulai 1 Juli 2024, otentikasi wajah biometrik akan diwajibkan untuk transaksi perbankan online sebesar 10 juta VND atau lebih, atau untuk transaksi harian yang melebihi 20 juta VND, serta untuk transaksi lainnya seperti: login pertama kali ke aplikasi, login dari perangkat yang berbeda, login ulang setelah lupa kata sandi, dan perubahan kata sandi yang berhasil.

Berdasarkan Pasal 3 Ayat 3 UU Kartu Identitas Tahun 2023, biometrik mencakup atribut fisik dan karakteristik biologis unik seseorang untuk identifikasi dan pembedaan dari orang lain, termasuk citra wajah, sidik jari, iris mata, DNA, dan suara.

Para ahli keamanan menganggap biometrik sebagai langkah maju yang positif dalam mengurangi risiko dan melindungi pengguna dari penipuan dan kejahatan siber.

BIDV 1.jpg

BIDV meningkatkan upayanya untuk meningkatkan kesadaran tentang persyaratan keamanan baru.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah dan Bank Negara Vietnam, BIDV telah secara proaktif menerapkan solusi pengumpulan data biometrik sejak kuartal pertama tahun 2024. Proses ini dilakukan secara bertahap, dikombinasikan dengan penyampaian pengetahuan keamanan untuk membantu pelanggan terbiasa dengan metode keamanan baru ini.

Secara khusus, untuk transaksi yang memerlukan otentikasi biometrik, selain otentikasi Smart Code/SMS OTP, pelanggan BIDV harus memverifikasi bahwa gambar wajah sebenarnya dari orang yang melakukan transaksi sesuai dengan data yang tersimpan dalam chip kartu identitas warga negara (CCCD) mereka yang terintegrasi dengan chip. Lapisan keamanan biometrik tambahan ini akan membantu meminimalkan penipuan, peniruan identitas, akses perangkat, atau pencurian informasi untuk tujuan penggelapan aset.

Perwakilan dari BIDV menyatakan bahwa biometrik merupakan teknologi baru bagi sebagian besar pelanggan, dan implementasi biometrik dalam transaksi perbankan hanya dapat dilakukan menggunakan kartu identitas warga negara yang tertanam chip melalui ponsel dengan kemampuan NFC (Near-Field Communication). Namun, hal ini juga menimbulkan kendala bagi sebagian pelanggan karena tidak semua ponsel mendukung teknologi NFC, dan beberapa pelanggan belum beralih ke kartu identitas warga negara yang tertanam chip.