Kementerian Keamanan Publik sedang meminta masukan atas Rancangan Surat Edaran yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Surat Edaran 12/2025/TT-BCA yang mengatur pengujian dan penerbitan SIM; serta penerbitan dan penggunaan SIM internasional. Khususnya, dalam rancangan ini, Kementerian Keamanan Publik mengusulkan untuk menghapus peraturan tentang uji simulasi dalam pengujian SIM.

Tes simulasi mengemudi
Dalam Pasal 8 Pasal 2 Rancangan Surat Edaran tersebut, Kementerian Keamanan Publik mengusulkan perubahan ketentuan tentang pertimbangan dan pengakuan hasil ujian bagi calon peserta ujian mengemudi golongan B, C1, C, D1, D2, D, BE, C1E, CE, D1E, D2E, DE dalam Pasal 12 Pasal 2 Surat Edaran 12/2025 sebagai berikut:
Kandidat yang lulus ujian teori, ujian praktik mengemudi dalam diagram dan ujian praktik mengemudi di jalan raya akan diakui lulus ujian.
Kandidat yang gagal dalam ujian teori tidak akan diizinkan mengikuti ujian praktik mengemudi pada diagram dan mereka yang gagal dalam ujian keterampilan mengemudi praktik pada diagram tidak akan diizinkan mengikuti ujian mengemudi jalan raya.
Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2025 yang berlaku saat ini mengatur pengakuan hasil ujian bagi peserta ujian SIM golongan B, C1, C, D1, D2, D, BE, C1E, CE, D1E, D2E, DE sebagai berikut: lulus ujian teori, ujian simulasi lalu lintas, ujian praktik mengemudi dalam bentuk gambar, dan ujian praktik mengemudi di jalan raya;
Jika Rancangan Amandemen Surat Edaran 12/2025 disahkan, kandidat hanya perlu menyelesaikan 3 bagian ujian teori; ujian mengemudi dalam diagram dan ujian mengemudi di jalan raya untuk lulus.
Selain itu, Rancangan Surat Edaran yang mengamandemen Surat Edaran 12/2025 juga menambahkan sejumlah pasal, termasuk penambahan Klausul 3 pada Pasal 15 sebagai berikut: "Dalam hal perpanjangan SIM, SIM tersebut harus masih memiliki poin, masih berlaku, dan tidak pernah menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan akibat berat, sangat berat, atau sangat berat sejak diterbitkannya surat keterangan lulus pelatihan sampai dengan penyelenggaraan ujian mengemudi."
Tambahkan pasal 6 pada Pasal 12: “Dalam hal calon peserta ujian mengemudi, ujian ulang, atau ujian karena SIM yang masa berlakunya habis dan perlu mengikuti ujian untuk menurunkan SIM ke kelas yang lebih rendah dari kelas yang telah dilatih atau kelas yang tercantum dalam SIM; wajib menyatakan dengan jelas dalam Lampiran I yang disertakan dalam Surat Edaran ini dan bertanggung jawab atas isi pernyataan tersebut”.
Menurut VOV
Source: https://baothanhhoa.vn/bo-cong-an-de-xuat-bo-bai-thi-mo-phong-trong-sat-hach-giay-phep-lai-xe-269815.htm






Komentar (0)