Memulai hari dengan berita kesehatan, pembaca juga dapat membaca lebih banyak artikel: Garam memiliki banyak manfaat, tetapi perhatikan dosis saat menggunakannya; Mengi, kapan Anda harus ke dokter?; Bagaimana latihan beban membantu memperbaiki diabetes?...
Teh hijau memiliki banyak manfaat tetapi siapa yang tidak boleh meminumnya?
Teh hijau merupakan minuman yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Vietnam. Namun, teh hijau harus dikonsumsi pada waktu dan dosis yang tepat agar tidak mengganggu kesehatan.
Dokter Spesialis 2 Huynh Tan Vu, dosen Departemen Pengobatan Tradisional, Universitas Kedokteran dan Farmasi, Kota Ho Chi Minh, mengatakan teh hijau adalah tanaman berukuran sedang, tinggi 5 - 6 m, beberapa tanaman dapat tumbuh hingga 10 m.
Daun teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan.
Daun dan kuncup teh hijau memiliki banyak manfaat pengobatan. Daun teh hijau dipanen di musim semi, hanya daun dan kuncup teh muda yang dipanen. Kemudian, daun dan kuncup teh hijau dicuci dan direbus untuk diminum atau dihancurkan dan dikeringkan untuk digunakan nanti.
"Daun teh hijau merupakan minuman populer di berbagai budaya, memberikan sejumlah manfaat kesehatan penting, seperti melindungi kesehatan otak, jantung, dan tulang serta mempercantik kulit. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, Anda harus minum teh hijau pada waktu dan dosis yang tepat," ujar Dr. Vu.
Teh hijau mengandung kafein dalam jumlah tinggi, yang dapat menyebabkan pusing, mual, dan penglihatan kabur jika dikonsumsi saat perut kosong. Kafein dalam daun teh hijau memiliki efek merangsang sistem saraf pusat untuk meningkatkan konsentrasi dan aktivitas otak. Oleh karena itu, minum teh hijau di malam hari dapat menyebabkan kesulitan tidur dan insomnia. Pembaca dapat membaca lebih lanjut tentang artikel ini di halaman kesehatan pada 29 Agustus.
Garam memiliki banyak manfaat, tetapi perhatikan dosis saat menggunakannya.
Garam memberi rasa pada makanan tetapi mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Garam adalah bumbu dapur yang populer di seluruh dunia . Garam meningkatkan rasa, membantu mengawetkan makanan, dan mendukung fungsi tubuh. Natrium dalam garam berperan penting dalam menjaga kadar cairan dalam tubuh, menjaga kerja jantung, hati, dan ginjal tetap sinkron.
Namun, mengonsumsi terlalu banyak garam berbahaya bagi tubuh, terutama bagi penderita penyakit jantung.
Orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 5 gram garam per hari.
Mengurangi asupan garam penting bagi penderita penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan retensi cairan, yang membebani jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi terlalu banyak natrium dan terlalu sedikit kalium berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Untuk mengurangi risiko kesehatan ini, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 5 gram garam per hari.
"Diperkirakan 2,5 juta kematian dapat dihindari setiap tahun jika asupan garam global dikurangi sesuai rekomendasi," kata WHO. Bagian selanjutnya dari artikel ini akan tersedia di halaman kesehatan pada 29 Agustus.
Mengi, kapan harus ke dokter?
Mengi terjadi ketika ada sesuatu yang menyumbat sebagian saluran pernapasan Anda. Suara mengi akan bervariasi tergantung letak sumbatannya. Dalam beberapa kasus, mengi merupakan tanda penyakit serius dan memerlukan perhatian medis segera.
Mengi akan terdengar sedikit serak jika obstruksi berada di dada bagian atas atau tenggorokan. Mengi akan terdengar kurang serak jika obstruksi berada di bronkus bagian dalam.
Mengi yang disertai perasaan tiba-tiba berhenti bernapas memerlukan perhatian medis segera karena saluran napas mungkin tersumbat.
Ada banyak penyebab mengi, seperti infeksi pernapasan, penumpukan lendir akibat pilek, alergi akibat gigitan serangga, atau merokok. Selain itu, orang dengan penyakit pencernaan tertentu seperti refluks asam juga dapat mengalami mengi.
Mengi juga merupakan gejala asma berat. Sebagian besar kasus mengi dapat diobati di rumah. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang perlu menemui dokter.
Penyebab paling umum mengi adalah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas. Gejala ini akan hilang seiring membaiknya infeksi. Jika Anda tiba-tiba mengi dan bukan karena alergi atau asma, segera periksakan ke dokter. Dokter akan memeriksa paru-paru Anda, terutama jika mengi telah berlangsung selama beberapa hari. Awali hari Anda dengan berita kesehatan untuk membaca lebih lanjut artikel ini!
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)