Jika tidak segera dikontrol, tekanan darah tinggi dapat memicu stroke, serangan jantung, dan banyak komplikasi berbahaya lainnya.
Penderita tekanan darah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan baru terdeteksi ketika penyakitnya sudah parah. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara teratur diperlukan untuk melindungi kesehatan jangka panjang.
Menurut National Institutes of Health (NIH), tekanan darah dinyatakan dalam dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Angka pertama adalah tekanan darah sistolik, dan angka kedua adalah tekanan darah diastolik. Ketika angka ini melebihi ambang batas yang diizinkan, tubuh memasuki kondisi waspada.
Salah satu cara efektif untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan menjalani hidup sehat, menurut situs kesehatan TheHealthSite (India).
Mengurangi asupan garam dalam makanan berperan penting dalam pengobatan dan pencegahan tekanan darah tinggi.
Foto: AI
Kurangi garam, tingkatkan kalium
Mengurangi asupan garam dalam pola makan Anda berperan penting dalam pengobatan dan pencegahan tekanan darah tinggi. Setiap orang sebaiknya membatasi asupan natrium hingga kurang dari 1,5 gram per hari.
Selain itu, orang-orang sebaiknya meningkatkan asupan makanan kaya kalium seperti pisang, alpukat, kentang, ubi jalar, dan melon. Makanan-makanan ini membantu menyeimbangkan elektrolit dan menurunkan tekanan darah. Jumlah total kalium yang dikonsumsi setiap hari sebaiknya berkisar antara 3,5 hingga 5 gram.
Lakukan olahraga
Olahraga teratur merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan tekanan darah. Olahraga sedang selama 150 menit seminggu, atau olahraga berat selama 75 menit seminggu, dapat memberikan dampak yang signifikan.
Berhenti merokok
Merokok secara langsung atau pasif merusak pembuluh darah, yang menyebabkan tekanan darah tinggi.
Berhenti merokok selama satu tahun mengurangi risiko penyakit jantung hingga hampir setengahnya. Setelah lima tahun tidak merokok, risiko Anda sama dengan orang yang tidak pernah merokok.
Makan coklat hitam
Cokelat hitam kaya akan flavonoid, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Meskipun tidak boleh berlebihan, mengonsumsi sedikit cokelat hitam murni setiap hari dapat memberikan manfaat kardiovaskular yang signifikan.
Cokelat hitam kaya akan flavonoid, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Foto: AI
Manajemen berat badan
Menurunkan 5-10% berat badan dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Mempertahankan indeks massa tubuh (IMT) antara 18,5 dan 24,9 dianggap ideal untuk kesehatan jantung.
Batasi alkohol
Mengurangi atau bahkan menghilangkan alkohol sama sekali adalah cara yang baik untuk mengurangi tekanan pada jantung Anda. Menghindari alkohol juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres.
Hindari stres berkepanjangan
Stres kronis merupakan faktor risiko tekanan darah tinggi yang sering terabaikan. Meditasi, yoga, pernapasan dalam, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih merupakan cara efektif untuk mengurangi stres.
Tidur yang cukup
Tidur memainkan peran penting tidak hanya bagi pikiran tetapi juga bagi tekanan darah. Tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam membantu sistem saraf dan kardiovaskular beristirahat dan beregenerasi. Kurang tidur yang berkepanjangan dapat dengan mudah meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan gangguan hormonal.
Pemantauan tekanan darah secara teratur
Memantau tekanan darah di rumah dengan monitor tekanan darah penting bagi orang-orang yang berisiko tinggi. Mencatat hasil pengukuran tekanan darah harian membantu mendeteksi perubahan sejak dini dan menghindari komplikasi. Jika terdapat tanda-tanda yang tidak biasa, Anda sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Sumber: https://thanhnien.vn/cach-ha-huyet-ap-tu-nhien-ma-khong-can-dung-thuoc-185250719112952227.htm
Komentar (0)