Kecerdasan Sosial - EQ yang tinggi memungkinkan kita untuk secara efektif mengembangkan dan memelihara hubungan penting dengan atasan, kolega, teman...
Universitas Harvard pernah menerbitkan sebuah penelitian: Ada hubungan erat antara emosi dan kebahagiaan.
Kehidupan sehari-hari selalu memunculkan hal-hal yang mengganggu kita, tetapi ingatlah, ketika semua kemarahan itu dilepaskan, pada akhirnya kita harus membayar harga yang setara.
Hanya dengan membebaskan diri Anda dari emosi negatif dan mengelola suasana hati dengan baik, Anda dapat mencapai kepuasan dan kegembiraan yang bertahan lama.
Oleh karena itu, jika Anda ingin mengubah diri sendiri, mulailah dengan mengelola emosi Anda dengan saran di bawah ini.
Ambil napas dalam-dalam menggunakan prinsip 4-7-8
Saat Anda merasa stres atau marah, tariklah napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.
Bernapas dalam-dalam akan membantu Anda mengendurkan otot dan memperlambat detak jantung Anda, sementara otak Anda juga akan mengendalikan dan mengatur emosi Anda kembali ke keadaan stabil.
Cobalah metode 4-7-8 yang dikembangkan oleh Andrew Weil, MD, direktur Andrew Weil Center for Integrative Medicine di Universitas Arizona.
Oleh karena itu, Anda dapat mencoba bernapas dalam irama 4-7-8: tarik napas selama 4 detik, tahan napas selama 7 detik, dan hembuskan napas selama 8 detik.
Ilustrasi
Ketika Anda kehilangan kesabaran, bersabarlah selama 12 detik.
"Jika seseorang bisa tenang selama 12 detik sebelum setiap ledakan emosi, keinginan untuk meledak akan jauh berkurang," kata Ronald, pakar manajemen emosi asal Amerika.
Menurut dokter, pada titik ini, Anda dapat mulai berpikir lebih jernih, alih-alih sepenuhnya didominasi oleh emosi.
Hanya butuh waktu 12 detik dan Anda akan bersyukur karena terhindar dari kerugian besar karena Anda menyadari waktu yang tepat.
Ekspresikan perasaan Anda kepada seseorang yang Anda percaya.
Bisa jadi itu adalah teman atau anggota keluarga.
Kadang-kadang membicarakan perasaan Anda dapat membantu Anda memahaminya lebih baik dan menemukan cara untuk mengatasinya dengan cara yang sehat.
Terkadang, membicarakan perasaan Anda dapat membantu Anda memahaminya dengan lebih baik dan menemukan cara untuk menghadapinya dengan cara yang sehat. Foto ilustrasi
Berolahraga selama 30 menit
Huffington Post pernah menerbitkan sebuah artikel berjudul "Emosi - Lembar Kerja": Saat Anda stres, lakukan yoga untuk bersantai.
Saat sedih, mandilah. Saat khawatir, menarilah mengikuti alunan musik.
Daripada mood-nya jelek, nggak bisa lepas, mendingan olahraga aja.
Setelah berolahraga, Anda akan menemukan bahwa emosi negatif tersebut telah menguap bersama keringat.
Berlatih percaya diri
Kepercayaan diri merupakan faktor krusial dalam mengendalikan emosi. Jika Anda percaya diri, Anda cenderung tidak mudah terpengaruh oleh emosi.
Ada banyak cara untuk membangun kepercayaan diri, seperti mengikuti kursus berbicara di depan umum dan kursus berbicara atau berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Mengelola emosi adalah praktik yang memerlukan waktu dan usaha.
Bersabarlah dengan diri sendiri dan jangan berkecil hati jika Anda tidak langsung berhasil. Seiring Anda terus belajar dan berubah, Anda akan melihat kemajuan.
Mengelola emosi adalah praktik yang membutuhkan waktu dan usaha. Ilustrasi foto
Tulis dalam 60 menit
Shen Congwen, seorang penulis Tiongkok, terkenal karena gaya hidupnya yang sederhana dan baik hati. Suasana hatinya yang buruk tak pernah memengaruhinya.
Tham suka menulis dan menganggapnya sebagai semacam " olahraga emosional".
"Daripada marah-marah, lebih baik manfaatkan waktu itu untuk melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan harga diri, itu lebih bernilai," ujarnya.
[iklan_2]
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/cach-nguoi-eq-cao-quan-ly-cam-xuc-de-thuan-loi-trong-cong-viec-va-cuoc-song-172250304161927117.htm
Komentar (0)