Madu sering dianggap sebagai pemanis alami yang dapat menggantikan gula pasir dan juga memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan tambahan.
Madu - Ilustrasi
Saat ini banyak informasi di media sosial yang mengklaim bahwa penggunaan madu dapat menetralkan manfaat madu bagi kesehatan, seperti menambahkan madu ke dalam teh panas, kopi atau cairan panas lainnya akan menghancurkan khasiatnya yang bermanfaat dan mengeluarkan racun.
Beberapa ahli gizi mulai angkat bicara. "Banyak informasi yang salah tentang madu di internet dan media sosial," kata Julie Stefanski, ahli gizi yang berbasis di Baltimore dan juru bicara Academy of Nutrition & Dietetics.
5 kesalahpahaman tentang madu:
1. Menuangkan madu ke dalam teh panas akan mengeluarkan racun
Beberapa pengguna media sosial mengklaim bahwa menuangkan madu ke dalam air panas atau memanaskan madu di atas 284°F (140°C) akan melepaskan racun, tetapi saat ini tidak ada bukti.
Menurut Dr. Donald W. Schaffner, profesor emeritus, spesialis penyuluhan pertanian, dan kepala departemen ilmu pangan di Universitas Rutgers, "Belum pernah ada kasus keracunan akibat menambahkan madu ke dalam teh atau kopi. Jika madu mengandung racun, madu tersebut tidak boleh dijual di pasaran."
2. Tidak aman mengaduk madu dengan sendok logam.
Menggunakan sendok logam stainless steel biasa tidak akan merusak madu dan tidak perlu membeli sendok kayu untuk mengaduk madu dengan teh atau kopi.
Logam seperti perak dan platinum dapat menyebabkan hidrogen peroksida, bahan antibakteri dalam madu, terurai menjadi air dan oksigen, menurut Dr. Schaffner. Namun, kebanyakan orang tidak mengaduk madu dengan sendok perak atau platinum, jadi hal ini tidak perlu dikhawatirkan, ujarnya.
3. Madu dapat menyembuhkan alergi
Karena perbedaan alergen bervariasi dari orang ke orang dan dari daerah ke daerah, madu pada dasarnya tidak mampu mencegah atau menyembuhkan alergi musiman.
4. Madu dapat menyembuhkan luka
Madu harus berkualitas medis dan diolah secara khusus agar aman digunakan untuk luka dan luka bakar. Jika tidak, luka akan semakin parah akibat infeksi sekunder.
5. Madu lebih sehat daripada gula
Resep "sehat" sering kali menyarankan penggunaan madu sebagai pengganti gula pasir. Meskipun madu dianggap pilihan yang lebih baik daripada pemanis lainnya, madu belum tentu optimal untuk kesehatan Anda.
"Baik pemanisnya alami (madu atau gula buah) atau olahan (gula pasir atau sirup jagung), semuanya adalah karbohidrat," kata Stefanski.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/can-than-nhung-tin-sai-lech-ve-mat-ong-tren-mang-20250305082448153.htm
Komentar (0)