Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Menantu Thailand menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Champa

Báo Thanh niênBáo Thanh niên04/01/2025

[iklan_1]

Inspirasi abadi

Sebagai menantu Binh Dinh, negeri yang pernah menjadi ibu kota Kerajaan Champa, Dr. Pornsawan Nonthapha berkesempatan untuk bersentuhan dan kemudian jatuh cinta pada tembikar Cham. Dalam perjalanan artistiknya, ia telah menciptakan kembali dan menghidupkan kembali nilai budaya Champa melalui tembikar kuno, yang dipadukan dengan semangat seni kontemporer Thailand. Karya-karyanya tak hanya merupakan kebangkitan warisan, tetapi juga merupakan hubungan budaya antara dua peradaban Asia Tenggara.

Chàng rể Thái Lan làm sống lại giá trị văn hóa Champa- Ảnh 1.

Seri "Bumi - Air - Api - Angin" karya Dr. Pornsawan dipamerkan di pameran musim panas 2024 di Thailand

Tembikar kuno Go Sanh merupakan bukti nyata kecerdikan dan pertukaran budaya antar-Asia Tenggara sepanjang sejarah. Melalui penelitiannya, Dr. Pornsawan menemukan kemiripan yang menarik antara tembikar Go Sanh dan glasir Seladon Thailand dari periode Sukhothai, mulai dari bahan hingga teknik pembuatannya. Hal ini bukan hanya bukti kuatnya pertukaran budaya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi baginya untuk menciptakan karya-karya yang mencerminkan napas kedua budaya.

Dalam karyanya, tembikar Go Sanh dipadukan dengan tembikar Bau Truc—sebuah warisan unik masyarakat Cham di Ninh Thuan . Tembikar Go Sanh dengan glasir kaolin dan gioknya yang halus, dipadukan dengan fitur-fitur primitif dan teknik pembakaran terbuka tembikar Bau Truc, telah menciptakan bahasa seni baru. Ia tidak hanya menciptakan kembali warisan tersebut, tetapi juga mengubahnya menjadi bentuk kreatif modern, yang melestarikan semangat tradisional sekaligus memiliki ciri khas pribadi yang kuat.

Rangkaian karya "Bumi - Air - Api - Angin" merupakan demonstrasi nyata filosofi kreatif Dr. Pornsawan. Keempat unsur alam ini tak hanya menjadi bahan mentah, tetapi juga simbol spiritual dalam kehidupan dan seni. Bumi adalah sumber, awal dari segala kehidupan. Air adalah aliran sejarah, yang membawa kisah-kisah waktu. Api adalah transformasi, yang mengekspresikan kekuatan kreativitas. Angin adalah kebebasan, vitalitas yang menyebar melampaui batas.

Chàng rể Thái Lan làm sống lại giá trị văn hóa Champa- Ảnh 2.

Dr. Pornsawan Nonthapha (kanan) di sebuah pameran seni di Thailand

Rangkaian karya ini akan dipamerkan di Pameran Musim Panas 2024 di Thailand dan akan menerima penghargaan "Seniman dengan Karya Luar Biasa yang Berkaitan dengan Budaya", yang didirikan oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn. Pola dan bentuk dalam karya ini mengingatkan pada keramik Champa kuno, tetapi disajikan melalui perspektif kontemporer, yang secara halus memadukan kedua budaya tersebut. Ini merupakan kebangkitan warisan Champa dalam bentuk global, tempat tradisi bertemu dengan modernitas.

Api Warisan dalam Seni Kontemporer

Perjalanan artistik Dr. Pornsawan tak hanya berhenti di perbatasan kedua negara, tetapi juga merambah ke kancah internasional. Dari pameran seni besar di Thailand hingga acara internasional seperti simposium seni di India dan proyek seni di AS, ia telah mengukuhkan perannya sebagai representasi seni Asia Tenggara.

Penghargaan bergengsi, seperti hadiah pertama di Pameran Seni Keramik Nasional (Thailand) pada tahun 2016, tak hanya membuktikan bakatnya, tetapi juga menunjukkan pengakuan atas caranya mengubah warisan menjadi bahasa seni global. Melalui karya-karyanya, ia tak hanya menghidupkan kembali warisan Champa, tetapi juga menginspirasi generasi seniman baru, membuka arah baru bagi seni Asia Tenggara dalam konteks globalisasi.

Chàng rể Thái Lan làm sống lại giá trị văn hóa Champa- Ảnh 3.

Pola dan bentuk pada karya Dr. Pornsawan mengingatkan pada tembikar Champa kuno.

Bagi Dr. Pornsawan, seni bukan hanya tentang kreativitas, tetapi juga tentang bagaimana ia memandang dan menyeimbangkan kehidupan. Ia pernah berkata: "Saya tidak hanya berkarya dengan tanah, saya hidup dengan tanah. Setiap karya adalah bagian dari sebuah perjalanan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan."

Setiap bongkah tanah liat, setiap glasir keramik yang disentuhnya mengandung napas kenangan, keaktifan masa kini, dan aspirasi untuk masa depan. Ia memandang warisan bukan sebagai objek statis, melainkan entitas hidup yang perlu diregenerasi dan diadaptasi sesuai zaman. Karya-karyanya menyampaikan pesan bahwa kita berasal dari bumi, akan kembali ke bumi, dan di antara dua titik ini terdapat perjalanan hidup yang bermakna. Karya seninya merupakan perpaduan antara manusia dan alam, tradisi dan inovasi, masa lalu dan aspirasi kreatif.

Api yang dinyalakan Dr. Pornsawan dari warisan Champa tidak berkobar hebat, melainkan membara, bertahan, dan menyebar. Dari tungku Go Sanh hingga pameran internasional, ia menciptakan sebuah perjalanan artistik di mana warisan tidak hanya dihidupkan kembali tetapi juga hidup dalam kreativitas kontemporer.

Chàng rể Thái Lan làm sống lại giá trị văn hóa Champa- Ảnh 4.

Kelompok patung karya Dr. Pornsawan Nonthapha dalam seri “Bumi - Air - Api - Angin”

Warisan Champa, di tangannya, bukan lagi sekadar kenangan peradaban lampau, melainkan telah menjadi bagian dari masa kini, bagian dari hubungan budaya global. Melalui karya-karyanya, Dr. Pornsawan tak hanya menceritakan kisah Champa, tetapi juga menulis babak baru bagi seni rupa Asia Tenggara, babak kebangkitan, kreativitas, dan keberlangsungan.

Dr. Pornsawan Nonthapha adalah dosen seni di Universitas Rajabhat Mahasarakham (Thailand) dan seniman ternama dengan karya keramik yang bercirikan budaya Champa dan Thailand. Sejak 2016, ia telah menjadi menantu Binh Dinh dan menganggap tempat ini sebagai rumah keduanya, tempat yang menginspirasi perjalanan seninya.

Ia telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi di Thailand seperti hadiah pertama di Pameran Seni Keramik Nasional (2016) dan dihormati sebagai "Seniman dengan karya-karya luar biasa yang berhubungan dengan budaya" yang dipersembahkan oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn.

Dr. Pornsawan berpartisipasi dalam banyak acara seni internasional, berkontribusi dalam mempromosikan warisan Champa ke dunia .


[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/chang-re-thai-lan-lam-song-lai-gia-tri-van-hoa-champa-185250104093222085.htm

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk