Meskipun ototnya tumbuh lebih cepat, James segera menyesalinya. Obat pembentuk otot tersebut menyebabkan jerawat parah dan rasa sakit yang luar biasa, dan ia bahkan tidak bisa duduk.
Johnathon James tinggal di Texas (AS). Seperti banyak anak muda lainnya, ia rutin pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga. Ia berolahraga 6 kali seminggu, setiap kali minimal 2 jam. Karena ingin ototnya tumbuh besar dan cepat, ia menggunakan steroid, menurut Daily Mail (Inggris).
Karena penggunaan stimulan otot steroid dapat menimbulkan banyak efek berbahaya bagi tubuh seperti jerawat, rambut rontok, peningkatan risiko penyakit jantung dan banyak masalah kesehatan lainnya.
Steroid tersedia dalam dua bentuk: oral dan suntik. Meskipun obat pembentuk otot ini membantu otot tumbuh dengan cepat, steroid dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan seperti rambut rontok, kista, jerawat, dan banyak masalah kesehatan lainnya. Dalam kasus yang parah, pengguna steroid dapat mengalami masalah jantung dan kematian.
Dalam kasus James, steroid awalnya membantu ototnya tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan. Namun, obat tersebut juga menyebabkan kerusakan serius pada kulitnya.
Awalnya, jerawat mulai muncul di kulit James. Karena ingin terus menambah otot, pemuda itu terus menggunakan steroid. Kemudian, jerawat itu muncul dan menyebar ke seluruh tubuhnya. Kulitnya dipenuhi jerawat, bintik-bintik merah, dan bekas luka.
Kondisi ini menyebabkan pemuda itu sangat kesakitan. Punggungnya terasa nyeri dan bokongnya tidak bisa duduk karena jerawat. Ketika jerawat disentuh, rasa sakitnya hanya berlangsung beberapa detik, lalu berangsur-angsur hilang. Namun, rasa sakitnya sangat hebat.
"Kalau saya salah posisi berbaring, salah menyandarkan punggung di kursi, atau kalau saya sedang mandi dan air memercik ke punggung, saya merasakan sakit yang luar biasa. Sakitnya luar biasa sampai-sampai mata saya kabur dan telinga saya berdenging," ujar James.
James pergi ke dokter kulit untuk berobat. Untuk memperingatkan orang-orang tentang bahaya steroid, James membagikan kisahnya dalam sebuah video TikTok. Video tersebut telah ditonton 14,8 juta kali.
Studi menunjukkan bahwa penyalahgunaan steroid dapat menyebabkan jerawat. Pasalnya, ketika menggunakan steroid, stimulan pembentuk otot ini akan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak reseptor imun TLR2. Kadar reseptor TLR2 yang tinggi akan menyebabkan reaksi peradangan pada kulit. Reaksi peradangan ini, dikombinasikan dengan pertumbuhan berlebih bakteri penyebab jerawat, Propionibacterium acnes, yang bersembunyi di bawah kulit, akan menyebabkan jerawat. Tidak hanya itu, steroid juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang merangsang kulit untuk memproduksi minyak. Kondisi ini juga menyebabkan jerawat, menurut Daily Mail.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)