Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Pola makan yang baik untuk orang yang menjalani kemoterapi untuk kanker paru-paru.

VnExpressVnExpress25/06/2023


Pasien kanker paru yang menjalani pengobatan harus mengonsumsi kalori dan protein yang cukup untuk menjaga tingkat energi, mencegah penurunan berat badan, dan meningkatkan kekebalan tubuh selama pengobatan.

Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru dan pengobatan seperti kemoterapi dapat menyebabkan penurunan berat badan. Pasien harus mencoba memilih makanan yang kaya protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral untuk makanan yang seimbang. Protein sangat penting bagi pasien kanker karena kehilangan massa otot dan penurunan berat badan adalah hal yang umum, terutama pada stadium lanjut.

Pasien kanker paru yang menjalani pengobatan harus mengonsumsi kalori yang cukup untuk menjaga tingkat energi dan mencegah penurunan berat badan. Menambahkan banyak buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya membantu meningkatkan asupan kalori, mengurangi risiko kekambuhan kanker paru dan penyakit kronis lainnya.

Obat kemoterapi adalah obat ampuh yang membunuh sel kanker dan dapat menyebabkan efek samping seperti mual dan muntah, diare, sembelit, kehilangan nafsu makan, perubahan indra penciuman dan perasa, serta sariawan. Mengonsumsi dan menghindari makanan tertentu dapat membantu mengurangi efek samping ini.

Jika mengalami mual dan muntah, pasien sebaiknya mengonsumsi makanan hambar seperti roti panggang, biskuit, dan nasi. Mereka sebaiknya makan dalam porsi kecil dan lebih sering, bukan tiga kali makan besar. Mengonsumsi makanan dingin dan menghindari makanan panas dapat membantu mengurangi muntah.

Saat mengalami diare, pasien sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung garam, seperti biskuit atau kaldu, untuk mengganti natrium yang hilang. Minumlah segelas air putih atau minuman olahraga setelah setiap buang air besar yang encer. Makan nasi, pisang, dan roti panggang sampai diare mereda. Hindari produk susu, makanan berlemak dan berminyak, serta makanan manis, karena dapat memperburuk diare. Batasi makanan tinggi serat seperti biji-bijian utuh, buah-buahan segar, dan sayuran kecuali atas petunjuk dokter.

Pasien kanker yang menderita sembelit sebaiknya mengonsumsi makanan kaya serat seperti biji-bijian utuh dan roti, sayuran segar, buah-buahan segar, jus buah, dan buah kering seperti prem dan aprikot. Minumlah banyak air dan jus buah yang telah dipasteurisasi. Minuman hangat seperti teh atau kopi dapat membantu meredakan sembelit. Batasi makanan yang memperburuk sembelit, seperti keju dan makanan olahan.

Saat mengalami kehilangan nafsu makan, pasien sebaiknya mengonsumsi makanan kecil dan camilan secara sering, bukan tiga kali makan besar. Tingkatkan asupan makanan tinggi kalori dan kaya protein seperti selai kacang, ayam, telur rebus, kacang-kacangan, dan konsumsi suplemen protein.

Telur kaya akan protein dan baik untuk penderita kanker paru-paru. Foto: Freepik

Telur, yang kaya akan protein, baik untuk pasien kanker paru-paru yang kehilangan nafsu makan. (Gambar: Freepik)

Jika rasa dan bau berubah, makanlah makanan yang dingin atau bersuhu ruangan; dinginkan buah sebelum dimakan. Campurkan satu sendok teh garam dan satu sendok teh soda kue ke dalam empat gelas air dan kumur mulut Anda sebelum makan untuk meningkatkan rasa. Gunakan peralatan makan plastik (sendok, pisau, garpu, dll.) daripada yang terbuat dari logam.

Penderita sariawan sebaiknya bertanya kepada dokter apakah mereka dapat mengonsumsi obat sebelum makan untuk mengurangi rasa sakit di mulut. Konsumsi makanan lunak seperti oatmeal, saus apel, dan makanan dingin seperti yogurt atau es. Hindari makanan pedas atau asin, dan makanan asam seperti jeruk, lemon, atau tomat.

Pasien sebaiknya menghindari konsumsi alkohol, karena dapat berinteraksi dengan obat kanker dan meningkatkan risiko kekambuhan serta kematian. Membatasi minuman manis membantu menjaga berat badan yang sehat, dan hindari makanan olahan serta biji-bijian olahan, karena hal ini meningkatkan risiko kanker. Kebutuhan setiap orang berbeda, jadi pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan diet yang sesuai dengan kondisi dan kesehatan mereka secara keseluruhan.

Menurut American Cancer Society, merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan menyumbang sekitar 80% kematian akibat kanker paru-paru. Diet yang kaya buah dan sayuran juga membantu melawan kanker, terutama pada perokok. Orang yang mengonsumsi lebih banyak biji-bijian utuh dan buah-buahan cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit makanan tersebut. Nutrisi seperti beta-karoten dan vitamin A, yang ditemukan dalam makanan seperti ubi jalar, wortel, dan semangka, dapat mengurangi risiko kanker paru-paru.

Mengganti daging merah dan makanan lain yang tinggi lemak jenuh dengan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru, terutama pada perokok. Studi juga menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang tinggi dalam darah dapat melindungi terhadap kanker paru-paru. Namun, suplementasi vitamin D diperlukan jika kadar vitamin D Anda rendah. Menjaga berat badan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur juga dapat membantu mencegah kanker.

Kucing Mai (Menurut Healthline )



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Lembah

Lembah

Semangat seribu generasi

Semangat seribu generasi

Langit

Langit