Pasca pernyataan Komite Front Tanah Air Vietnam, banyak kasus terungkap yang menggunakan "photoshop" untuk memanipulasi jumlah donasi, dengan menyatakan ratusan bahkan miliaran dong untuk membantu rakyat di Utara mengatasi bencana alam, padahal sebenarnya yang ditransfer hanya beberapa ribu dong.
Lebih dari 12.000 halaman penyataan Donasi untuk membantu warga utara mengatasi dampak bencana alam Front Tanah Air (MTTQ) yang dipublikasikan pada malam 12 September mendapat perhatian besar di media sosial. Pernyataan yang dipublikasikan mencapai 527,8 miliar VND, statistik dari 1 September hingga 10 September, termasuk tanggal, waktu, jumlah, dan nomor rekening individu dan organisasi yang menyumbang.
Segera setelah Front Tanah Air Vietnam mengumumkan jumlah uang yang diterima secara terbuka, banyak orang bersusah payah untuk memverifikasi dan mengungkap orang-orang yang mengaku telah mentransfer sejumlah besar uang, tetapi jumlah sebenarnya ternyata sangat berbeda.
Individu dan organisasi yang ditemukan menerima kritik pedas dari publik karena sengaja "menutupi" dan membuat keributan. Beberapa bahkan diketahui telah menggelapkan uang dan harus meminta maaf.
Maaf untuk "spanduk"
Viet Anh Pi Po Akun TikTok dengan lebih dari 1,3 juta pengikut ini pernah mengunggah foto dirinya mentransfer 20 juta VND ke Front Tanah Air Vietnam. Namun, netizen menemukan bahwa jumlah yang ditransfer dalam pernyataan tersebut adalah 1 juta VND.

Pada pagi hari tanggal 13 September, TikToker tersebut mengunggah video yang melaporkan kejadian tersebut dan meminta maaf. Ia mengaku telah meminta seorang anggota tim untuk mentransfer uang, tetapi lupa memeriksa saldo. Ketika insiden itu terungkap, ia menyelesaikan masalah tersebut dengan temannya dan mentransfer kembali uang sebesar 20 juta VND ke Front Tanah Air Vietnam.
"Tindakan memalukan saya ini patut dikutuk dan saya harus belajar banyak untuk diri saya sendiri. Saya mohon maaf atas tindakan konyol dan vulgar ini. Saya akan mendengarkan semua nasihat untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih benar. Saya mohon maaf kepada semua orang, meskipun sangat sulit, saya masih berharap memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya," kata Viet Anh.
Fanpage Vietnam dari banyak idola K-pop ditemukan telah "menyuntikkan" donasi dan mengedit bukti transfer. Fanpage besar "Hoi Sowing" dari Saudara mengatasi ribuan rintangan Terjebak dalam situasi serupa, menyumbangkan beberapa ratus ribu dong tetapi secara salah menyatakan puluhan juta dong.
Beberapa kasus bahkan "menggelapkan" sumbangan. Khususnya, dalam sebuah kelompok jual beli barang, seseorang bernama KL melelang barang senilai 6 juta VND, menerima uang tambahan dari orang lain, dan memperoleh total 10 juta VND. Padahal, laporannya hanya menunjukkan 100.000 VND. Setelah ketahuan, akun KL tersebut meminta maaf dan mentransfer 10 juta VND ke Front Tanah Air.
Berbagi dari hati, bahkan 1.000 dong sangat berharga.
Media sosial ramai dengan foto-foto yang diambil dari laporan dan bukti transfer uang dari mereka yang telah "terpapar". Opini publik telah mengkritik keras orang-orang ini karena memanfaatkan penderitaan dan kehilangan rakyat untuk memoles nama mereka.
"Ini bukan lelucon atau latar belakang belaka, ini memengaruhi reputasi lembaga negara. Saya melihat orang-orang itu tidak tulus membantu warga terdampak bencana alam, tetapi justru memanfaatkan masa-masa sulit untuk memperbaiki citra mereka sendiri. Kalaupun itu dukungan, 1.000 VND memang berharga, tetapi harus tulus," komentar seorang penonton.
Banyak orang mengatakan bahwa cara memberi tidaklah sepenting uang yang diberikan, melainkan rasa memberi adalah yang terpenting, dan janganlah memanfaatkan orang yang membutuhkan dengan berlebih-lebihan. "Uangnya memang sedikit, tetapi hatinya besar. Waktu sekolah dulu saya masih memasukkan beberapa koin ke dalam kotak sumbangan, apa yang perlu disyukuri? Kenapa harus diedit dan dipoles seperti ini?", "Saya tidak terima ada yang memanfaatkan penderitaan dan kehilangan orang lain untuk membesar-besarkan dan memoles nama mereka", "Di tengah saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan, yang paling membutuhkan bantuan dan berbagi, ada orang-orang yang, karena keserakahan, mengorbankan martabat dan kehormatan mereka sendiri"... komentar netizen.

Meskipun kisah "cek VAR" ini mengundang tawa dan tangis, banyak orang yang membagikan pesan hangat dari berbagai akun dalam pernyataan tersebut. Meskipun jumlahnya hanya beberapa puluh ribu VND, netizen mengapresiasinya dan mengungkapkan perasaan mereka: "Saya tidak punya banyak uang untuk sekolah, saya ingin menyumbang banyak untuk membantu semua orang", "Saya punya sebungkus mi instan untuk disumbangkan", "Semoga orang-orang di Korea Utara aman"...
Sumber
Komentar (0)