Di sebuah forum pemuda, kisah seorang gadis yang "dibongkar" oleh calon iparnya karena menolak mencuci piring atau membantu membersihkan rumah saat bertemu keluarga pacarnya untuk pertama kalinya menjadi topik diskusi hangat.
Adik perempuanku menulis: "Begini ceritanya, kakakku membawa pacarnya pulang untuk bertemu kami. Ibu dan aku sudah menyiapkan makan malam dan makanan sebelumnya agar kakakku dan pacarnya bisa makan bersama malam itu. Semua orang makan seperti biasa, sampai setelah mereka selesai makan, pacar kakakku berkata, 'Aku sudah selesai makan,' lalu pergi ke ruang tamu untuk duduk-duduk tanpa mengucapkan sepatah kata pun tentang membantu membersihkan piring. Aku sangat terkejut dengan sikap pacar kakakku."
Ibuku baik hati, jadi dia menyuruhku duduk santai saja, dan dia serta adikku akan mencuci piring. Kemudian, pacar kakakku bilang dia ingin minum bubble tea dan meminta kakakku untuk membelikannya, jadi dia pergi dan membelinya. Lalu aku, ibuku, dan kakakku membersihkan semuanya. Kakakku dan pacarnya langsung pergi ke kamarnya untuk bersantai, meninggalkan aku dan ibuku untuk membersihkan semuanya."
(Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi, dibuat oleh AI)
Merasa geram dengan pacar saudara laki-lakinya, penulis unggahan tersebut menyatakan, " Aku pasti akan menemukan cara untuk menyabotase hubungan itu dan tidak membiarkannya menjadi saudara iparku." Foto yang diunggah menunjukkan seorang gadis duduk di kursi sambil menggunakan ponselnya, sementara seorang wanita paruh baya (ibu dari pacarnya) dengan rajin membersihkan rumah.
Segera setelah diunggah di halaman Facebook dengan 3,3 juta pengikut, unggahan tersebut dengan cepat menarik hampir 10.000 suka dan hampir 4.000 komentar, memicu perdebatan sengit. Banyak komentar yang mengkritik keras perilaku gadis itu pada kunjungan pertamanya ke keluarga pacarnya. Mereka berpendapat bahwa meskipun dia tidak mencuci piring, setidaknya dia harus membantu keluarga tersebut membersihkan rumah.
"Anak muda zaman sekarang aneh sekali. Ini sopan santun dasar. Bahkan sebagai tamu, kamu harus bersikap pengertian. Tidak ada yang memaksamu melakukan apa pun, tetapi langsung masuk kamar setelah makan itu tidak dapat diterima"; "Ini namanya kurangnya kesadaran. Bahkan saat mengunjungi teman, kamu harus bersikap pengertian dan membantu membersihkan, apalagi saat mengunjungi rumah pacarmu. Jika orang menilai gadis itu seperti itu, mereka akan menilai orang tuanya sepuluh kali lipat"; "Gadis ini sama sekali tidak punya rasa malu. Bahkan jika ibu mertuanya santai, dia tetap harus bersikap pengertian..."
Beberapa pendapat menyatakan bahwa sang putra juga kurang sopan santun: "Sang putra terlalu memanjakan pacarnya; dia selalu membelikan bubble tea setiap kali pacarnya meminta, lalu mereka naik ke kamar bersama—itu menunjukkan sikap lemah"; "Anak laki-laki tidak membantu orang tuanya dalam hal apa pun, jadi pacar mereka akan sama; mereka pasangan yang sempurna"...
Namun, banyak netizen tidak setuju dengan cara calon ipar perempuan itu membongkar urusan saudara iparnya, terutama pernyataannya bahwa ia akan ikut campur dalam hubungannya. Mereka berpendapat bahwa sebagai seorang kakak perempuan, meskipun kesal, ia harus bersikap sewajarnya dan tidak terlalu mengkritisinya, juga tidak seharusnya mempermasalahkan apakah ia mencuci piring atau tidak: "Keluarga saya memiliki pandangan yang sangat santai tentang pacaran, dan saya tidak ingin putri saya merasa tertekan tentang mencuci piring dan membersihkan rumah serta terlalu banyak dikritik pada pertemuan pertamanya dengan calon mertuanya"; "Saya pikir Anda seharusnya hanya menasihati saudara Anda dengan lembut, jangan terlalu ikut campur. Memilih pasangan hidup adalah pilihannya, dan dia harus menerima konsekuensinya"...
Berita itu diunggah dua hari lalu, tetapi terus menerima banyak komentar dan memicu kontroversi.
Sumber: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/co-gai-ve-ra-mat-khong-rua-bat-con-doi-tra-sua-dan-mang-tranh-cai-du-doi-172240718085128442.htm







Komentar (0)