Cushman & Wakefield mengomentari bahwa di kawasan ASEAN, Vietnam dengan cepat menegaskan posisinya sebagai pusat pertumbuhan utama, dengan modal investasi asing langsung yang tinggi.
EVA Precision Industry Co., Ltd. di Kawasan Industri dan Perkotaan VSIP Hai Phong . Foto: Danh Lam/VNA
Vietnam mampu mengakomodasi pertumbuhan ini dengan berfokus secara besar pada manufaktur elektronik di Utara (Hanoi, Hai Phong), sementara Selatan (Kota Ho Chi Minh, Binh Duong , Dong Nai) melakukan diversifikasi antara makanan, barang konsumen, dan elektronik.
Hal itu dikemukakan Cushman & Wakefield, salah satu perusahaan jasa real estate terbesar di dunia, dalam laporan terkini tentang Diversifikasi Pasar Industri dan Peluang Baru bagi Investor Asia -Pasifik .
Cushman & Wakefield menyatakan bahwa di kawasan ASEAN, Vietnam dengan cepat memantapkan dirinya sebagai pusat pertumbuhan utama, dengan tingkat investasi asing langsung yang tinggi. Pertumbuhan ini khususnya terlihat dari ekspansi dan diversifikasi operasi perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS dan Eropa di kawasan ini, seiring dengan ekspansi produsen Tiongkok.
Wilayah utara Vietnam, seperti Hai Phong dan Hanoi, telah menarik minat besar dari produsen Tiongkok dan Korea karena kedekatan geografisnya dan konektivitas regional dan global yang kuat. Namun, hingga saat ini, tingkat investasi masih rendah dan belum ada pengalihan produksi yang nyata ke negara lain.
Untuk kawasan Asia-Pasifik, Cushman & Wakefield menyatakan, kawasan ini telah lama menganggap dirinya sebagai "pabrik dunia", terutama mengingat peran penting Tiongkok daratan. Negara ini menyumbang hampir 15% ekspor global, memiliki hubungan dagang dengan lebih dari 200 pasar global, dan merupakan mitra dagang utama bagi lebih dari 120 pasar di antaranya.
Menurut laporan Cushman & Wakefield, Tiongkok daratan telah mencapai kemajuan pesat di sektor manufaktur. Bersama dengan kebijakan "Made in China 2025" dan fokus yang lebih besar pada keberlanjutan, kebijakan ini telah mendorong pergeseran yang signifikan ke pesanan manufaktur kelas atas, membantu Tiongkok daratan memimpin dalam produksi baterai kendaraan listrik, fotovoltaik, dan sensor kuantum.
Pertumbuhan pesat Tiongkok, terutama dalam pembuatan barang-barang mewah, membuka peluang bagi negara-negara tetangganya di kawasan itu.
Laporan itu juga menunjukkan bahwa peralihan ini memiliki dampak yang lebih nyata karena China diperkirakan akan menyumbang kurang dari 50% impor berbiaya rendah ke AS pada tahun 2023, memberikan peluang bagi ekspor Vietnam untuk meningkat secara signifikan.
Mai Huong
Komentar (0)