Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke mengatakan pada tanggal 22 Maret bahwa perusahaan Ocean Infinity yang berbasis di AS berencana untuk mengajukan proposal kepada badan tersebut untuk melanjutkan pencarian pesawat MH370 yang hilang 10 tahun lalu.
Secara khusus, presentasi Ocean Infinity tentang rencana pencarian pesawat yang hilang telah dijadwalkan pada awal Mei, menurut The Star .
Siswa di samping lukisan peringatan MH370 di sebuah sekolah di Malaysia
"Kita perlu menunggu dan melihat proposal mereka, yang merupakan area kunci yang perlu dipertimbangkan serta metode lainnya. Setelah itu, kementerian akan menyiapkan memorandum untuk disampaikan kepada kabinet. Kita harus memastikan persetujuan kabinet sebelum mengambil keputusan apa pun," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat Kementerian Perhubungan Malaysia kemarin (22 Maret).
Menteri tersebut mengatakan dia akan melakukan segala upaya untuk meyakinkan Kabinet Malaysia agar menandatangani kontrak dengan Ocean Infinity untuk memulai kembali pencarian, berdasarkan prinsip "tidak menemukan, tidak membayar".
Sebelumnya, Ocean Infinity melakukan pencarian di Samudra Hindia dari tahun 2017 hingga akhir 2018 menggunakan prinsip yang sama tetapi tanpa hasil.
Pada awal Maret, perusahaan yang berkantor pusat di Texas itu juga mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bukti ilmiah baru tentang lokasi terakhir MH370 tetapi tidak merilis rincian apa pun.
Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Penerbangan MH370 merupakan insiden tragis yang terjadi pada tanggal 8 Maret 2014. Pesawat Boeing 777-200ER tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia menuju Beijing, Cina tetapi menghilang dari layar radar kurang dari satu jam setelah lepas landas.
Penerbangan tersebut membawa total 239 orang, termasuk 227 penumpang dan 12 awak.
Selain Ocean Infinity, perusahaan Amerika lainnya, Deep Sea Vision, juga ingin bergabung dalam pencarian MH370.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)