Sekretaris Pertama Komite Sentral Partai Komunis Kuba dan Presiden Republik Kuba, Miguel Díaz-Canel Bermudez, memimpin upacara penyambutan. Resepsi berlangsung khidmat dengan protokol tertinggi yang diperuntukkan bagi para kepala negara.
Dalam suasana kekeluargaan, Sekretaris Pertama sekaligus Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermudez menyambut Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam di aula utama Istana Revolusi. Kedua pemimpin memasuki posisi kehormatan, dan band militer memainkan lagu kebangsaan kedua negara.
Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam dan Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermudez meninjau Garda Kehormatan (Foto: VNA).
Kapten Garda Kehormatan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba mengundang kedua pemimpin untuk meninjau Garda Kehormatan. Diiringi alunan musik yang megah, Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam dan Sekretaris Pertama sekaligus Presiden Miguel Díaz-Canel Bermudez memberi hormat kepada bendera kedua negara dan Garda Kehormatan.
Setelah upacara pemeriksaan Garda Kehormatan, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam serta Sekretaris Pertama dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermudez maju untuk menyambut dan memperkenalkan anggota resmi delegasi kedua negara yang hadir pada upacara penyambutan.
Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam dan Sekretaris Pertama Partai Komunis Kuba dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermudez melakukan upacara penghormatan bendera (Foto: VNA).
Segera setelah upacara penyambutan resmi, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam dan Sekretaris Pertama dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermudez memimpin delegasi tingkat tinggi dari kedua negara untuk mengadakan pembicaraan.
Ini merupakan kesempatan bagi kedua pihak untuk membahas dan mengevaluasi berbagai capaian serta hasil kerja sama antara Vietnam dan Kuba pada masa kini, serta mengusulkan arah untuk memperkuat dan meningkatkan efektivitas kerja sama di segala bidang, membawa kerja sama komprehensif antara Vietnam dan Kuba ke babak baru, yang semakin berkembang secara substansial dan berkelanjutan, demi kemaslahatan rakyat kedua negara.
Diharapkan setelah pembicaraan, kedua pemimpin akan menyaksikan upacara penandatanganan dokumen kerja sama antara kementerian, cabang, dan bisnis kedua negara.
Kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam ke Kuba memiliki makna historis dan simbolis, dan membuka babak baru dalam kerja sama khusus dan persahabatan antara kedua negara dengan hasil yang lebih praktis dan berkelanjutan.
Solidaritas dan persaudaraan antara Vietnam dan Kuba didirikan oleh Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Fidel Castro dan telah berkembang sejak saat itu.
Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam dan Sekretaris Pertama dan Presiden Miguel Díaz-Canel Bermudez memberi hormat kepada bendera nasional kedua negara dan Garda Kehormatan (Foto: VNA).
Selama tahun-tahun ketika rakyat Vietnam melancarkan perang perlawanan untuk pembebasan nasional pada tahun 1960-an dan 1970-an, Kuba selalu menjadi simbol dan pelopor dalam gerakan rakyat dunia untuk bersatu dalam mendukung perjuangan Vietnam yang adil, memberikan Vietnam dukungan dan bantuan yang berharga dan efektif.
Selama masa tersulit perjuangan pembebasan nasional Vietnam, Partai, Negara, dan rakyat Kuba senantiasa memberikan dukungan dan bantuan yang sangat berharga kepada Vietnam, baik secara spiritual maupun material. Rakyat Vietnam selalu mengingat kata-kata abadi pemimpin Kuba, Fidel Castro: "Demi Vietnam, Kuba rela mengorbankan darahnya sendiri."
Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam berjabat tangan dengan anggota delegasi tingkat tinggi Kuba (Foto: VNA)
Vietnam sendiri senantiasa aktif memperkuat solidaritas dan kohesi, serta berupaya mendorong dan meningkatkan efektivitas kerja sama komprehensif antara kedua pihak dan kedua negara. Para pemimpin kedua pihak dan kedua negara telah berulang kali menekankan bahwa hubungan kedua negara merupakan "simbol zaman".
Selama 60 tahun terakhir, meskipun banyak tantangan dan pasang surut dalam situasi dunia, solidaritas dan persaudaraan antara Vietnam dan Kuba semakin terkonsolidasi dan berkembang, terkait erat dalam banyak bidang.
Saat ini, Partai, Negara, dan rakyat kedua negara senantiasa mengutamakan solidaritas tradisional dan persahabatan istimewa antara Vietnam dan Kuba, serta terus memelihara dan mengembangkannya dengan baik melalui berbagai jalur. Hubungan antara kedua partai semakin erat, memainkan peran sebagai fondasi politik, yang memandu perkembangan hubungan kedua negara.
Hubungan politik dan diplomatik yang baik antara Vietnam dan Kuba telah menciptakan momentum bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara untuk berkembang.
Vietnam saat ini merupakan mitra dagang terbesar kedua dan mitra investasi terbesar bagi Kuba di kawasan Asia dan Oseania. Kedua belah pihak terus melaksanakan Perjanjian Perdagangan Vietnam-Kuba (ditandatangani pada tahun 2018, berlaku efektif mulai 1 April 2020) dengan banyak komitmen preferensial, yang memberikan manfaat bagi bisnis kedua negara dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi kegiatan impor dan ekspor bilateral.
[iklan_2]
Sumber: https://www.baogiaothong.vn/toan-canh-le-don-chinh-thuc-tong-bi-thu-chu-tich-nuoc-to-lam-tai-cuba-1922409270816257.htm
Komentar (0)