Kandidat yang mengikuti ujian kelulusan sekolah menengah atas di Kota Ho Chi Minh
Departemen Pendidikan dan Pelatihan Kota Ho Chi Minh telah mengumumkan nilai ujian kelulusan sekolah menengah atas tahun 2023 dari sekitar 85.000 peserta ujian.
Pembaca menggunakan nomor registrasi mereka untuk mencari nilai ujian kelulusan mereka DI SINI.
Kandidat menggunakan nomor registrasi untuk mencari nilai ujian kelulusan sekolah menengah atas
Setelah mengetahui nilai ujian kelulusan sekolah menengah, semua kandidat berhak meninjau kembali ujiannya.
Bila diperlukan, kandidat dapat mendatangi sekolah menengah tempat mereka mengajukan lamaran untuk menerima petunjuk tentang cara mengajukan permintaan peninjauan (sesuai formulir) mulai tanggal 18 hingga 27 Juli.
Dalam waktu 15 hari sejak batas waktu penerimaan banding, Dewan Ujian akan mengumumkan dan mengirimkan hasil ujian kepada para peserta.
Kandidat harus memperhatikan bahwa skor ujian ulang tes esai harus berbeda 0,25 poin dari skor yang diumumkan agar diakui.
Saat menerima hasil ujian, kandidat dapat menghitung skor kelulusan sekolah menengah mereka.
Cara menghitung nilai kelulusan sebagai berikut:
Nilai kelulusan untuk pendidikan sekolah menengah atas:
Nilai kelulusan untuk pendidikan berkelanjutan:
Untuk lulus ujian kelulusan SMA, kandidat harus mendaftarkan semua ujian dan mata pelajaran komponen ujian gabungan untuk pengakuan kelulusan agar memperoleh skor lebih dari 1. Selain itu, kandidat harus memiliki skor ujian kelulusan SMA sebesar 5 poin atau lebih tinggi.
Berdasarkan peraturan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, kandidat dapat mendaftar dan menyesuaikan keinginan penerimaan mereka dalam jumlah tak terbatas pada sistem penerimaan umum Kementerian hingga pukul 5:00 sore pada tanggal 30 Juli.
Menurut spesialis urusan akademik Sekolah Menengah Atas Bui Thi Xuan (Distrik 1, Kota Ho Chi Minh), bagi kandidat yang mengajukan permohonan banding, mereka harus mendaftarkan keinginan penerimaan universitas mereka selama periode ini dan tidak boleh menunggu hingga hari terakhir karena mudah lupa.
Para ahli juga menyarankan kandidat untuk memprioritaskan keinginan mereka. Sekolah/jurusan yang paling diinginkan kandidat akan menjadi pilihan pertama, diikuti oleh keinginan lainnya, dengan urutan preferensi yang menurun.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)