Sebagai warga Con Dao, Dien Phi (28 tahun) tak asing lagi dengan gemerlapnya Bima Sakti di langit malam kota kelahirannya. Beberapa tahun lalu, ia mulai terbiasa berburu "Bima Sakti" dan berlatih memotret untuk memuaskan hobi pribadinya. Foto: Dien Phi
Namun, rangkaian foto Bima Sakti di langit malam Con Dao tahun ini menarik perhatian besar dari komunitas daring, dan mendapat pujian tak henti-hentinya dari banyak orang. Foto: Dien Phi
"Rangkaian foto ini saya persembahkan untuk teman-teman saya. Biasanya, kita tinggal di kota, jadi kita jarang punya kesempatan melihat langit berbintang seperti di Con Dao. Kami memilih tempat yang jauh dari kota, dengan pencahayaan yang lebih minim agar kami bisa melihat langit malam yang berkilauan dan magis dengan lebih jelas," ujarnya. Foto: Dien Phi
Bapak Dien Phi juga mencatat bahwa malam tanpa bulan dengan langit cerah merupakan kondisi yang diperlukan untuk menangkap langit malam yang berkilauan tersebut. Musim "Bima Sakti" biasanya berlangsung selama musim turis di Con Dao, dari bulan April hingga September setiap tahun. Foto: Dien Phi
Bapak Dien Phi berkata: "Hari saya berburu Bima Sakti adalah tanggal 25 Mei. Namun, apakah saya bisa membawa pulang buah itu atau tidak, hal ini sangat bergantung pada cuaca. Setelah sekitar 2 jam setelah matahari terbenam, saya bisa melihatnya dengan mata telanjang. Setelah itu, kelompok kami melewati area dengan sedikit cahaya dan membiarkan mata kami terbiasa dengan kegelapan selama sekitar 15 menit. Malam itu, kami dapat melihat Bima Sakti dengan jelas, dengan warna putih susu di langit." Foto: Dien Phi
Langit malam yang ajaib di mata seorang pemuda. Foto: Dien Phi
Pak Dien Phi menyarankan agar pengunjung membawa kamera, tripod, lensa sudut lebar, dan lensa aperture besar untuk mendapatkan foto yang indah di bawah langit malam berbintang. Foto: Dien Phi
Laodong.vn
Sumber: https://laodong.vn/du-lich/media/dai-ngan-ha-ky-ao-tren-bau-troi-con-dao-1517658.html
Komentar (0)