Kementerian Keamanan Publik tengah mencari komentar atas Rancangan Undang-Undang tentang Ketertiban dan Keselamatan Lalu Lintas Jalan, yang mencakup usulan untuk mengubah klasifikasi surat izin mengemudi dibandingkan dengan ketentuan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan tahun 2008.
Kementerian Keamanan Publik mengusulkan klasifikasi baru SIM
Secara spesifik, dalam Pasal 39 Rancangan Undang-Undang tentang Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Surat Izin Mengemudi (SIM) akan direklasifikasi sebagai berikut:
(1) Kelas A2 diberikan kepada pengemudi sepeda motor roda dua dengan kapasitas isi silinder 50 cm3 sampai dengan 175 cm3 atau mesin dengan kapasitas yang setara;
(2) Kelas A diberikan kepada pengemudi sepeda motor roda dua dengan kapasitas isi silinder 175 cm3 atau lebih atau mesin dengan kapasitas nominal yang setara dan jenis kendaraan yang ditetapkan untuk SIM kelas A2;
(3) Kelas A3 diberikan kepada pengemudi sepeda motor roda tiga dan kendaraan bermotor jenis lain yang ditetapkan sebagai SIM kelas A2;
(4) Kelas B diberikan kepada pengemudi mobil penumpang dengan jumlah tempat duduk sampai dengan 9 (sembilan) orang (termasuk tempat duduk pengemudi); truk (termasuk truk khusus), traktor dengan berat muatan yang direncanakan tidak melebihi 3.500 kg; jenis mobil yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas B dengan gandengan yang berat total gandengannya tidak melebihi 750 kg; jenis kendaraan yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas B2;
(5) Kelas C1 diberikan kepada pengemudi truk (termasuk truk khusus dan mobil khusus), traktor dengan berat muatan yang direncanakan lebih dari 3.500 sampai dengan 7.500 kg; jenis truk yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas C1 dengan gandengan yang berat total rencana gandengannya tidak lebih dari 750 kg; jenis kendaraan yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas B;
(6) Kelas C diberikan kepada pengemudi truk (termasuk truk khusus dan mobil khusus), traktor dengan berat muatan rencana lebih dari 7.500 kg; jenis truk yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas C dengan gandengan yang berat total rencana gandengannya tidak lebih dari 750 kg; jenis kendaraan yang ditetapkan untuk Surat Izin Mengemudi Kelas B dan C1;
(7) Kelas D2 diberikan kepada pengemudi mobil penumpang (termasuk mobil bis) dengan jumlah tempat duduk 10 sampai dengan 30 orang; jenis mobil penumpang yang ditetapkan untuk SIM kelas D2 dengan gandengan yang berat total rencana gandengannya tidak lebih dari 750 kg; jenis kendaraan bermotor yang ditetapkan untuk SIM kelas B, C1, C;
(8) Kelas D diberikan kepada pengemudi mobil penumpang (termasuk bus) dengan jumlah tempat duduk lebih dari 30 orang; mobil tidur; jenis mobil penumpang yang ditetapkan untuk SIM kelas D dengan gandengan yang berat total rancangan gandengan tidak lebih dari 750 kg; jenis kendaraan yang ditetapkan untuk SIM kelas B, C1, C, D2;
(9) Kelas BE diberikan kepada pengemudi untuk mengemudikan jenis mobil yang ditetapkan untuk SIM kelas B, apabila menarik gandengan dengan berat total rancangan gandengan lebih dari 750 kg;
(10) Kelas C1E diberikan kepada pengemudi untuk mengemudikan jenis mobil yang ditetapkan untuk SIM kelas C1, apabila menarik gandengan dengan berat total rancangan gandengan lebih dari 750 kg;
(11) Kelas CE diberikan kepada pengemudi untuk mengemudikan jenis mobil yang ditentukan untuk SIM kelas C saat menarik trailer dengan berat total desain trailer lebih dari 750 kg; traktor yang menarik semi trailer;
(12) Kelas D2E diberikan kepada pengemudi untuk mengemudikan jenis mobil yang ditetapkan untuk SIM kelas D2, apabila menarik gandengan dengan berat total desain gandengan lebih dari 750 kg;
(13) Kelas DE diberikan kepada pengemudi untuk mengemudikan jenis mobil yang ditentukan untuk SIM kelas D ketika menarik trailer dengan berat total desain trailer lebih dari 750 kg.
Bagi penyandang cacat yang mengendarai sepeda motor roda tiga khusus penyandang cacat, diberikan SIM kelas A2.
Penyandang disabilitas yang mengemudikan mobil dengan mekanisme kontrol yang sesuai dengan disabilitasnya diberikan SIM kelas B.
Dalam hal kendaraan dirancang atau dimodifikasi agar memiliki jumlah kursi lebih sedikit daripada kendaraan sejenis dan batas ukuran setara, kelas SIM akan dihitung berdasarkan kendaraan sejenis dan batas ukuran setara.
Dengan demikian, jika dibandingkan dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berlaku saat ini, rancangan Undang-Undang tersebut tidak lagi memuat SIM golongan A1, A4, B1, B2, E, FB2, FD, FE, FC.
Bagaimana SIM akan diubah dan diterbitkan kembali menurut klasifikasi baru menurut Rancangan Undang-Undang?
Secara khusus, Rancangan Undang-Undang tentang Keselamatan Lalu Lintas Jalan menetapkan bahwa SIM yang diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas Jalan tahun 2008 dapat tetap digunakan. Dalam hal-hal yang disebutkan dalam Pasal 43 Pasal 43 (Klausul 2) (SIM yang Diterbitkan Ulang) dan Pasal 43 (SIM yang Ditukar), SIM tersebut dapat diubah atau diterbitkan ulang sesuai dengan klasifikasi baru.
Dengan demikian, Surat Izin Mengemudi golongan A1, A2, A3, B1, B2, C, D, E, FB2, FC, FD, FE yang diterbitkan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2008 diubah dan diterbitkan kembali sebagai berikut:
- SIM Kelas A3 dan C tetap sama dan dapat diubah atau diterbitkan kembali dengan kelas yang sama;
- SIM Kelas A2 ditukar atau diterbitkan kembali bagi pemegang SIM Kelas A1;
- Surat Izin Mengemudi Kelas A ditukar atau diterbitkan kembali bagi pemegang Surat Izin Mengemudi Kelas A2;
- SIM golongan B ditukar atau diterbitkan kembali bagi pemegang SIM golongan B1 dan B2;
- Surat Izin Mengemudi Kelas D2 ditukar atau diterbitkan kembali bagi pemegang Surat Izin Mengemudi Kelas D;
- SIM Kelas D ditukar atau diterbitkan kembali bagi pemegang SIM Kelas E;
- SIM kelas BE ditukar dan diterbitkan kembali bagi pemegang SIM kelas FB2;
- SIM kelas CE dipertukarkan dan diterbitkan kembali bagi yang telah memiliki SIM FC;
- SIM Kelas D2E ditukar dan diterbitkan kembali bagi pemegang SIM Kelas FD;
- SIM kelas DE ditukar dan diterbitkan kembali bagi pemegang SIM kelas FE.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)