Baru-baru ini, sebuah klip muncul di media sosial yang merekam insiden pemukulan seorang siswi kelas 6 di kelas. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di Sekolah Menengah Tan Minh (Distrik Thuong Tin, Hanoi ).
Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Thuong Tin menyatakan: Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 pada tanggal 10 November, di lorong kelas 6D. Siswa LTN (kelas 6D) dipukuli oleh 4 siswa. Dari 4 siswa tersebut, 3 di antaranya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Tan Minh dan 1 siswa telah menyelesaikan kelas 9 pada tahun ajaran 2022-2023.
Gambar seorang siswi yang dipukuli sekelompok orang telah menimbulkan kehebohan di kalangan publik beberapa hari ini.
Setelah mengetahui informasi tersebut, pihak sekolah menugaskan wali kelas 6D untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga agar N dibawa ke Rumah Sakit Pertanian 1 untuk diperiksa. Berdasarkan kesimpulan rumah sakit, kondisi kesehatan N tidak serius dan pihak rumah sakit memulangkan N.
Dinas Pendidikan dan Pelatihan Distrik Thuong Tin bekerja sama langsung dengan pihak sekolah, mengkritik dewan direksi sekolah karena tidak melaporkan insiden tersebut tepat waktu untuk memberikan arahan bagi penyelesaian masalah sesegera mungkin. Dinas meminta pihak sekolah untuk mengunjungi, menyemangati, dan menenangkan LTN dan keluarganya; serta mengambil langkah-langkah untuk menenangkan kondisi psikologis guru dan siswa.
Pihak sekolah juga diminta segera membentuk dewan disiplin, menskors sementara siswa yang terlibat dalam insiden tersebut minimal 1 minggu guna meninjau kembali sikap dan perilaku siswa tersebut, dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait serta pihak keluarga untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
Setelah kesimpulan resmi dari badan investigasi, Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Thuong Tin akan terus membimbing dan mengarahkan sekolah untuk mengambil langkah-langkah penanganan yang tepat dan benar. Dinas telah mengirimkan surat resmi ke seluruh sekolah di wilayah tersebut, meminta sekolah-sekolah untuk mengambil langkah-langkah sosialisasi dan edukasi kepada siswa, serta segera mencegah terjadinya fenomena serupa.
Terkait dengan kejadian ini, sebelumnya pada tanggal 13 November, Komite Rakyat Distrik Thuong Tin telah mengeluarkan dokumen tentang penanganan kejadian kekerasan di Sekolah Menengah Tan Minh.
Agar kekerasan di sekolah yang terjadi di Sekolah Menengah Tan Minh dan sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut dapat segera ditindaklanjuti, maka Komite Rakyat Distrik Thuong Tin meminta Sekolah Menengah Tan Minh untuk melakukan kunjungan, memberikan semangat, dan menstabilkan semangat LTN, serta mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan psikologi guru dan siswa agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, mencari solusi dan metode penanganan yang tepat, sehingga memberikan efek jera sekaligus edukasi. Sekaligus memberikan instruksi secara menyeluruh kepada para guru agar memiliki langkah-langkah dalam mengelola siswa, jangan sampai kekerasan di sekolah terulang kembali.
Kepada Komite Rakyat Komune Tan Minh dan Komite Rakyat Distrik Thuong Tin, kepolisian komune diarahkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian distrik dan pihak sekolah guna melakukan investigasi, mempelajari dan mengambil kesimpulan terkait insiden tersebut guna mendapatkan solusi yang tepat waktu dan tepat sasaran; berbagai sektor dan organisasi harus memperkuat koordinasi dalam pendidikan moral siswa; dan memperkuat upaya untuk menjamin keamanan dan keselamatan sekolah.
Dinas Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Thuong Tin diminta untuk berkoordinasi secara aktif dengan kepolisian kabupaten dan Komite Rakyat Kecamatan Tan Minh guna mengarahkan Sekolah Menengah Pertama Tan Minh agar menangani kejadian tersebut secara tuntas; mengarahkan sekolah-sekolah di wilayah tersebut agar mengambil tindakan untuk menyebarluaskan dan memberikan edukasi kepada siswa, serta segera mencegah terjadinya kejadian serupa; mengarahkan Sekolah Menengah Pertama Tan Minh agar menjamin terselenggaranya kegiatan belajar mengajar, tidak membiarkan kejadian tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)