Ibu Dao Hong Hai di restoran Stasiun Hanoi di Brussels. |
Pada kesempatan ini, wartawan VNA di Brussels berbincang dengan Ibu Dao Hong Hai, pemilik jaringan restoran Hanoi Station dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Bisnis Vietnam di Belgia, untuk mencatat pemikiran dan harapannya dari sudut pandang seorang intelektual dan pengusaha wanita asal Vietnam yang tinggal dan bekerja di Eropa.
Menurut Ibu Hai, potensi Vietnam sangat besar, terutama berkat tenaga kerjanya yang muda, berlimpah, dan antusias. Keunggulan ini tidak dimiliki semua negara. Vietnam juga memiliki pasar yang besar dan dinamis, di mana bisnis-bisnis muda semakin lincah dan mengikuti tren inovasi. Faktor-faktor ini menciptakan daya tarik tersendiri bagi bisnis internasional, serta komunitas Vietnam di luar negeri yang selalu mencari lingkungan investasi yang kaya akan peluang sekaligus terhubung secara emosional dan bertanggung jawab.
Khususnya, Resolusi 68-NQ/TW tentang pembangunan ekonomi swasta dinilai oleh Ibu Hai sebagai langkah yang tepat dan tepat waktu, menunjukkan visi strategis, yang menunjukkan bahwa Vietnam tidak hanya berubah di permukaan, tetapi sebenarnya sedang mengalami transformasi dari dalam, sebuah perubahan yang mendasar. Bagi para pelaku bisnis Eropa, ini merupakan sinyal penting, yang menegaskan bahwa Vietnam siap untuk berintegrasi secara mendalam, terbuka untuk menerima modal investasi, teknologi, dan pengetahuan global.
Dari perspektif konektivitas, Ibu Hai meyakini bahwa sektor-sektor ekonomi yang menjadi keunggulan bisnis Belgia dan Eropa juga merupakan sektor-sektor yang diminati dan diminati oleh Vietnam. Sektor-sektor tersebut meliputi pelabuhan laut, energi terbarukan, teknologi tinggi dan bioteknologi, layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas tinggi, serta pertanian berteknologi maju.
Area-area ini tidak hanya memenuhi tren pembangunan berkelanjutan, tetapi juga sejalan dengan strategi jangka panjang Vietnam. Kekuatan dan kebutuhan kedua belah pihak yang saling melengkapi menciptakan peluang kerja sama praktis, di mana pengalaman dan sumber daya dari Belgia dapat mendampingi Vietnam dalam mengatasi tantangan-tantangan besar dan sekaligus menciptakan nilai-nilai baru.
Ibu Hai menekankan bahwa untuk mendorong konektivitas yang efektif, Vietnam dan Eropa perlu menciptakan lebih banyak ruang untuk pertukaran dan dialog yang mendalam. Dialog yang berfokus pada bidang-bidang spesifik seperti pelabuhan atau budaya perusahaan akan membantu kedua belah pihak lebih memahami kebutuhan dan cara kerja sama. Menurutnya, budaya perusahaan merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan, tidak hanya dalam hal pengorganisasian produksi dan bisnis, tetapi juga dalam cara perusahaan merawat karyawannya, memastikan komitmen jangka panjang, dan membangun kepercayaan yang kuat.
Namun, di samping prospek yang terbuka ini, masih terdapat kekhawatiran yang tidak dapat diabaikan oleh komunitas bisnis asing dan mitra Eropa. Prosedur administratif di Vietnam masih belum secepat yang diharapkan di Eropa. Kerangka hukum terkadang memiliki banyak hambatan yang membuat investor asing ragu. Selain itu, perbedaan budaya dan kekhawatiran tentang keandalan informasi resmi juga membuat banyak bisnis berhati-hati saat memasuki pasar Vietnam.
Namun, Ibu Hai yakin bahwa dengan kemajuan reformasi yang stabil, terutama dalam proses transformasi digital yang sedang diupayakan Pemerintah Vietnam, hambatan-hambatan ini akan segera teratasi. Ketika hambatan-hambatan ini teratasi, Vietnam tidak hanya akan menjadi tujuan yang lebih menarik bagi perusahaan-perusahaan swasta internasional, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan-perusahaan domestik untuk berkembang secara berkelanjutan. Dan dalam perjalanan tersebut, kebersamaan dengan komunitas Vietnam di luar negeri dan investor asing akan menjadi bukti nyata dari aspirasi untuk bangkit, sehingga ekonomi swasta dapat benar-benar menjadi pendorong untuk membawa Vietnam lebih jauh dalam arus integrasi abad ke-21.
Menurut baotintuc.vn
Sumber: https://huengaynay.vn/kinh-te/don-bay-kinh-te-tu-nhan-cho-su-phat-trien-cua-viet-nam-157105.html
Komentar (0)