Baru-baru ini, sebuah unggahan muncul di media sosial tentang seorang pelanggan wanita yang menerima pesan kasar dari pengemudi mobil teknologi setelah ia menggunakan fitur pengemudi senyap milik perusahaan mobil tersebut.

Pengemudi pria mengirim pesan kasar saat pelanggan menggunakan fitur senyap selama perjalanan (Tangkapan layar).
Penulis postingan tersebut, Ibu PM (yang tinggal di Dong Nai ), mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi beberapa hari yang lalu. Karena ia malu berbicara dengan pengemudi dan telah bertemu banyak orang yang sengaja menanyakan pertanyaan pribadinya, M. sering memilih fitur perjalanan senyap saat menggunakan layanan transportasi online.
Namun, saat memesan perjalanan yang dikendarai oleh pengemudi NQD, M. menerima pesan teks dari pengemudi yang berbunyi: "Anda memilih pengemudi yang bisu."
Karena terlalu terkejut, gadis itu pun menelepon sopir D. namun sopir itu berpura-pura tuli untuk menggodanya.
"Saya tidak melaporkannya ke perusahaan karena saya pikir kalau pengemudi bersikap seperti itu, penumpang lain akan melaporkannya atas nama saya," kata M.
Seorang perwakilan Grab mengatakan bahwa segera setelah mereka menerima informasi tersebut, perusahaan menghubungi pengguna dan mitra pengemudi terkait untuk menyelidiki insiden tersebut.
Setelah memverifikasi informasi, kami sangat menyesal atas pengalaman layanan yang tidak memuaskan bagi pengguna, yang menyebabkan ketidaknyamanan yang tidak perlu.
"Grab menemukan bahwa perilaku mitra pengemudi tersebut tidak sesuai dengan standar operasional dan layanan Grab. Oleh karena itu, kami telah menerapkan bentuk penanganan pelanggaran sesuai dengan kode etik yang telah disepakati mitra tersebut dengan Grab," ujar seorang perwakilan perusahaan mobil teknologi tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/an-sinh/dung-chuyen-xe-im-lang-co-gai-bi-tai-xe-mang-chon-tai-xe-cam-ma-di-20240920230555008.htm






Komentar (0)