Pada 21 September, Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Gia Lai mengumumkan bahwa provinsi tersebut baru saja mencatat kematian baru akibat rabies. Korban adalah KK (8 tahun, tinggal di Desa Chu Krih, Kecamatan Chu Drang, Kabupaten Krong Pa).
Sebelumnya, pada tanggal 11 September, K. mengalami gejala demam dan kelelahan, sehingga keluarganya membelikannya obat tetapi kondisinya tidak membaik.
Pada sore hari tanggal 12 September, keluarga membawa K. ke Pusat Medis Distrik Krong Pa untuk diperiksa dengan gejala demam, batuk, dan kelelahan. Pasien K. awalnya didiagnosis bronkitis akut dan diberi antibiotik antiinflamasi.
Menurut catatan, sejak awal tahun, provinsi Gia Lai telah mencatat kematian ke-11 akibat rabies (foto TH)
Namun, kemudian pasien menunjukkan gejala parah sehingga ia dipindahkan ke Rumah Sakit Bersalin dan Anak Phu Yen dan didiagnosis menderita rabies.
Pada tanggal 15 September, pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Anak 2 (Kota Ho Chi Minh) dalam keadaan koma dan dinyatakan positif virus rabies. Pada tanggal 20 September, pasien meninggal dunia.
Melalui penyelidikan epidemiologi, diketahui bahwa keluarga K. tidak mengetahui kapan K. digigit anjing, sehingga mereka tidak mendapatkan serum dan vaksin rabies.
Menurut statistik dari Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Gia Lai, sejak awal tahun, provinsi tersebut telah mencatat 11 kematian akibat rabies.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)