Menurut Rolling Stone , sejak Elon Musk membeli Twitter pada Oktober 2022 seharga $44 miliar dan mengganti nama platform menjadi X pada Juli 2023, Fidelity memperkirakan nilai perusahaan tersebut kini hanya sekitar $12,5 miliar. Sebelumnya, nilai X telah turun 65% pada September 2023.
Nilai X telah turun tajam sejak Elon Musk mengambil alih
Perlu dicatat juga bahwa pemegang saham X lainnya mungkin menilai saham mereka secara berbeda dari Fidelity. Namun, hal ini menggambarkan gejolak yang dialami X sejak miliarder Elon Musk mengambil alih perusahaan. Setelah Musk membeli Twitter, ia berjanji kepada para pengiklan bahwa perusahaan tersebut tidak akan menjadi "neraka bebas untuk semua" ketika ia mengambil alih. Beberapa bulan setelah ia mengambil alih platform media sosial tersebut, New York Times menerbitkan laporan yang menemukan bahwa ujaran kebencian di platform tersebut telah meningkat secara signifikan.
Pada bulan November, sebuah laporan dari kelompok pengawas Media Matters menemukan bahwa iklan untuk merek-merek seperti Apple, Bravo, dan Amazon muncul di X, bersama dengan tagar nasionalis kulit putih seperti #WLM (White Lives Matter) atau #KeepEuropeWhite. Tak lama setelah laporan tersebut diterbitkan, pengiklan X seperti Disney, Apple, Lionsgate, Comcast/NBCUniversal, dan IBM memutuskan hubungan dengan platform tersebut.
Minggu lalu, X gagal memblokir undang-undang California yang mengharuskan perusahaan media sosial untuk mengungkapkan kebijakan moderasi konten mereka.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)