Istanbul memiliki sejarah hampir 2.700 tahun dan telah menjadi ibu kota empat kerajaan besar sepanjang sejarah: Romawi, Bizantium, Latin, dan Ottoman. Nama Istanbul baru resmi digunakan di Turki kurang dari satu abad, dan dengan cepat menjadi destinasi wisata dunia yang terkenal, menarik hampir 20 juta wisatawan setiap tahunnya, menurut data dari Institut Statistik Turki.
Datang ke ibu kota agama, seni, dan sejarah ini, pengunjung dapat belajar tentang berbagai kepercayaan dan pertukaran budaya yang unik antara Timur dan Barat.
Hari 1: Kawasan Sultanahmet
Sultanahmet adalah jantung kota Istanbul, mirip dengan distrik Hoan Kiem di Hanoi, dengan karya-karya budaya terpenting Turki. Dengan berjalan kaki seharian, Anda dapat mengunjungi banyak gereja, berbelanja di pasar tradisional, dan menikmati kuliner lokal di kios-kios kaki lima.
Hagia Sophia (nama Turki: Ayasofya)
Ini adalah salah satu dari lima masjid terindah di dunia dan merupakan yang terbesar selama 1.000 tahun. Hingga abad ke-20, Hagia Sophia merupakan tempat ibadah bagi banyak agama lain dalam sejarah Istanbul yang telah berusia ribuan tahun. Tahan lama, megah, dan dihiasi dengan rumit, Hagia Sophia merupakan saksi sejarah yang agung.
Masjid ini dibuka untuk pengunjung mulai pukul 09.00 hingga 19.30, dengan biaya masuk 25 euro per orang (sekitar 675.000 VND). Seperti masjid lainnya, pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan, dan wanita diwajibkan mengenakan jilbab atau topi untuk menutupi rambut mereka saat masuk.
Tangki Basilika (Yerebatan Sarnıcı)
Tangki Basilika adalah salah satu tangki air bawah tanah terbesar dan terindah di dunia, dengan sejarah hampir 1.500 tahun. Dengan luas 9.800 m², Tangki Basilika terletak sepenuhnya di bawah tanah, menampung 80.000 m³ air, ditopang oleh kompleks raksasa yang terdiri dari 336 kolom marmer raksasa setinggi 9 m. Angka-angka ini menunjukkan kreativitas dan kerja keras para leluhur.
Basilica Cistern merupakan latar bagi banyak karya sastra dan film terkenal, termasuk novel Inferno karya Dan Brown, yang kemudian diadaptasi menjadi film berjudul sama yang dibintangi Tom Hanks. Basilica Cistern buka mulai pukul 09.00 hingga 22.00, dengan biaya masuk 800 lira (sekitar 630.000 VND).
Istana Topkapi (Topkapı Sarayı)
Istana Topkapi adalah salah satu istana terindah dan termasyhur di Turki. Istana ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Utsmaniyah dan kediaman sultan beserta keluarganya. Kekayaan dan kekuasaan kesultanan serta gaya hidup mewah para sultan terpancar jelas di Istana Topkapi. Di sini, Anda dapat melihat bangunan-bangunan megah dengan interior yang terawat baik. Meja, kursi, tempat tidur, lemari yang terbuat dari kayu berharga, permadani dinding bersulam rumit, dan lampu kristal indah setinggi beberapa meter.
Ruangan-ruangan seluas ratusan meter persegi ini dilapisi dengan puluhan ribu potongan kayu dengan panjang lebih dari 10 cm dan tebal lebih dari 1 cm, menunjukkan kecerdikan dan bakat para perajin Turki dari ratusan tahun yang lalu. Saat mengunjungi istana, pengunjung dapat mengagumi kamar tidur, kamar mandi, ruang ganti, dan ruang resepsi raja, ratu, dan para putri.
Di dalam kompleks istana terdapat Hagia Irene, gereja tertua di Kekaisaran Bizantium. Anda dapat mengunjungi kompleks yang luas ini dengan biaya masuk 1.500 lira (sekitar 1,1 juta VND).
Hari ke-2: Daerah Taksim
Saat berkunjung ke Turki, jangan lewatkan Taksim. Jika Sultanahmet adalah tempat bersejarah, religius, dan seni, maka Taksim adalah surga kuliner, belanja, hiburan, dan merasakan hiruk pikuk kehidupan Turki modern. Kedua kawasan ini berjarak hampir 5 km, dan pengunjung dapat berjalan kaki melintasi Jembatan Galata yang terkenal untuk pergi dari Sultanahmet ke Taksim.
Istana Dolmabahce (Dolmabahçe Sarayı)
Bersiaplah untuk menghabiskan waktu berjam-jam menjelajahi istana terbesar di Turki, Dolmabahce, yang dulunya merupakan istana musim panas sultan Ottoman dan terletak di Laut Marmara, tempat pengunjung dapat mencelupkan kaki mereka ke laut di bawahnya dari tangga istana.
Dolmabahce memiliki banyak bangunan, masing-masing dengan ratusan ruangan, banyak di antaranya seluas lebih dari 100 meter persegi, dan didekorasi dengan mewah. Puluhan koleksi berharga berupa senjata, perhiasan, pakaian, dan barang-barang rumah tangga milik raja juga dilestarikan di sini. Pengunjung dapat mengagumi pedang bertahtakan emas, bertahtakan permata, kostum bersulam emas yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan, serta berlian besar pada kalung dan gelang.
Biaya masuk ke Istana Dolmabahce adalah 1.050 lira (770.000 VND), jam buka pukul 9 pagi hingga 6 sore kecuali hari Senin.
Menara Galata
Menara berusia 1.500 tahun ini merupakan salah satu simbol Istanbul. Selama berabad-abad, menara ini merupakan bangunan tertinggi di kota dan menjadi saksi bisu peristiwa sejarah penting dari berbagai kerajaan. Pengunjung dapat menemukan jejak-jejak kekuasaan Bizantium, Genoa, dan Ottoman di menara ini.
Menara ini buka dari pukul 08.30 hingga 23.00, dengan biaya masuk 30 euro per orang. Di sekitar menara terdapat banyak gang kecil dengan banyak restoran dan kafe berdekorasi mewah dan harga terjangkau.
Setiap objek wisata memiliki daftar harga tersendiri, baik dalam euro maupun lira, tetapi sebagian besar hanya menerima lira. Pengunjung harus menukarkan lira Turki terlebih dahulu untuk berbelanja.
Universitas (menurut VnExpress)[iklan_2]
Sumber: https://baohaiduong.vn/hai-ngay-o-istanbul-thanh-pho-giua-hai-chau-luc-395395.html
Komentar (0)