Pelatih Qatar Shin Tae-yong yakin tim Indonesia mampu membuat kejutan di Piala Asia 2023, meski kalah dalam tiga laga persahabatan sebelum turnamen.
Para penggemar Indonesia mengkhawatirkan Shin dan timnya menjelang Piala Asia, setelah mereka kalah dua pertandingan berturut-turut dari Libya, kemudian menderita kekalahan memalukan 0-5 dari Iran. Situasi tim saat ini sangat berbeda dari terakhir kali mereka berpartisipasi di Piala Asia tahun 2007. Saat itu, Indonesia tampil impresif menjelang turnamen, mengalahkan Hong Kong 3-0, Jamaika 2-1, dan hanya kalah 0-1 dari Oman.
Pelatih Shin Tae-yong (kiri) saat sesi latihan timnas Indonesia di Qatar pada 8 Januari 2023. Foto: PSSI
Pelatih Korea itu terpaksa angkat bicara untuk menenangkan media dan opini publik di Indonesia sebelum pertandingan pembuka melawan Irak. "Penampilan kami baru mencapai 60% hingga 70% dari yang dibutuhkan hingga pertandingan melawan Iran," kata Shin seperti dikutip Sports Seoul . "Para pemain perlu berusaha meningkatkan kemampuan mereka sebesar 20% di Piala Asia. Selama kami tidak melakukan kesalahan individu, kami bisa membuat kejutan."
Setelah bermain apik di laga persahabatan 2007, Indonesia memasuki Piala Asia dengan mimpi indah, menang 2-1 atas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, berkat gol-gol dari Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas. Namun, di dua laga berikutnya, mereka kalah 1-2 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Korea Selatan, sehingga gagal lolos dari babak penyisihan grup.
Jika Indonesia mengulangi posisi ketiganya di Grup D seperti di Piala Asia 2007, mereka masih memiliki peluang untuk lolos kali ini karena turnamen tersebut akan mempertandingkan empat dari enam tim peringkat ketiga dari setiap grup. Menurut pakar sepak bola Mohamad Kusnaeni, prospek ini memungkinkan bagi Shin dan timnya. "Indonesia bisa lolos jika mengalahkan Vietnam, dan meraih satu poin dari dua pertandingan melawan Irak dan Jepang. Ini bisa terjadi," kata Kusnaeni.
Namun, Kusnaeni juga berharap Indonesia akan bermain lebih baik daripada di laga persahabatan, atau seperti babak kedua pertandingan melawan Libya pada 5 Januari. Saat itu, mereka bermain agresif, menciptakan banyak peluang emas, tetapi gagal mencetak gol, dan kalah 1-2. Indonesia juga sempat menahan imbang Iran 0-0 setelah babak pertama pada 9 Januari, tetapi kebobolan lima gol di babak kedua.
Indonesia berada di Grup D bersama Vietnam, Irak, dan Jepang di Piala Asia 2024 di Qatar. Pelatih Shin dan timnya akan menghadapi Irak pukul 21.30 pada 15 Januari, kemudian menghadapi Vietnam pada 19 Januari, dan kemudian menghadapi Jepang pada 24 Januari.
Hoang An
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)