Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan pada pagi hari tanggal 23 November (waktu setempat) bahwa angkatan udara Israel telah menyerang 300 target Hamas dalam 24 jam terakhir.
Serangan-serangan ini menargetkan terowongan tempur bawah tanah, fasilitas penyimpanan alat peledak rakitan (IED), lokasi pembuatan IED, dan lokasi peluncuran rudal anti-tank.
Tentara Israel di Jalur Gaza. (Foto: IDF)
Secara khusus, pasukan darat Israel juga terus menyerang sasaran-sasaran Hamas di wilayah Jabalia di Gaza utara. Selain menghancurkan beberapa kelompok teroris di utara, IDF menemukan terowongan lain di dalam sebuah masjid.
Di Beit Hanoun, pasukan Israel menyerbu sebuah terowongan di area pertanian dan menemukan senjata dan terowongan di area pemukiman di daerah tersebut.
Sirene berbunyi di Ashkelon dan Kerem Shalom (Israel selatan) serta di komunitas dekat perbatasan Lebanon pada pagi hari tanggal 23 November.
Sejak 7 Oktober, Israel telah meluncurkan lebih dari 10.000 rudal dan pesawat tak berawak ke Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan sebelumnya oleh pasukan Hamas.
Serangan Israel terjadi menjelang gencatan senjata kemanusiaan dengan Hamas, yang dijadwalkan berlaku pada tanggal 24 November.
Berbicara kepada AFP, seorang pejabat Israel mencatat bahwa negaranya tidak akan menghentikan pertempuran di Gaza atau membebaskan sandera sebelum 24 November.
Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi juga mengatakan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan berlaku satu hari lebih lambat dari jadwal semula.
Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNN bahwa keputusan untuk menunda kesepakatan itu dibuat oleh Israel, bersama dengan Qatar dan Mesir, setelah berkonsultasi dengan AS untuk memastikan tidak ada insiden dan untuk mempersiapkan operasi logistik.
"Perjanjian tersebut telah disetujui dan akan tetap berlaku. Para pihak sedang menyelesaikan logistik, terutama untuk melaksanakan pertukaran sandera pada hari pertama," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Adrienne Watson, pada malam 22 November.
Kong Anh (Sumber: JNS)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)