Pada tanggal 2 Juli, Informa Markets Vietnam Company, dengan dukungan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kota Ho Chi Minh , Asosiasi Otomasi Vietnam dan sejumlah unit lainnya, menyelenggarakan upacara pembukaan Pameran Internasional ke-21 tentang Teknik dan Manufaktur Presisi - MTA Vietnam 2025, di Pusat Pameran dan Konvensi Saigon (SECC), Distrik 7, Kota Ho Chi Minh.
MTA Vietnam 2025 menarik lebih dari 500 peserta pameran dari 21 negara dan wilayah, termasuk Inggris, Austria, India, Jerman, Belanda, Korea Selatan, Amerika Serikat, Indonesia, Israel, Malaysia, Jepang, Prancis, Finlandia, Singapura, Thailand, Swiss, Tiongkok, dan lain-lain. Para peserta pameran tahun ini berfokus pada pengenalan teknologi permesinan canggih, tren manufaktur modern, solusi otomasi cerdas, dan orientasi inovasi berkelanjutan, dengan harapan dapat membuka babak baru bagi perjalanan industrialisasi di Vietnam.
Menurut Bapak Ben Wong, Direktur Jenderal Informa Markets Vietnam, MTA Vietnam 2025 berlangsung mulai sekarang hingga 4 Juli, selain memamerkan dan memperkenalkan produk, juga merupakan tempat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi komunitas manufaktur Vietnam melalui berbagai aktivitas koneksi dan transfer yang mendalam berdasarkan platform dialog praktis antara pelaku bisnis, pakar, dan lembaga pembuat kebijakan.
Salah satu sorotan penting di MTA Vietnam 2025 adalah serangkaian seminar berskala besar dan acara tematik, dengan fokus pada bidang-bidang utama seperti semikonduktor, otomatisasi, pengukuran presisi, teknologi manufaktur, dan industri pendukung.

Berbicara pada upacara pembukaan, Ibu Nguyen Thi Kim Ngoc, Wakil Direktur Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa MTA Vietnam semakin mengukuhkan posisinya sebagai platform koneksi dan perdagangan internasional terkemuka di industri rekayasa presisi dan manufaktur dengan berfokus pada pengembangan program Business Matching, sebuah acara koneksi langsung 1:1 antara pelaku bisnis dan peserta pameran domestik dan asing. Program ini merupakan jembatan strategis untuk membantu pelaku bisnis mencari peluang perdagangan, bernegosiasi secara langsung, dan mengembangkan hubungan kerja sama jangka panjang.
"Selalu berinovasi untuk mengimbangi laju perkembangan industri manufaktur global, MTA Vietnam juga senantiasa meningkatkan skalanya, menyegarkan kontennya, dan mendiversifikasi kegiatannya untuk mendampingi industri rekayasa presisi dan manufaktur. Pameran ini terus berkembang pesat, tetapi tidak lupa untuk memperdalam nilainya bagi komunitas bisnis dan pengunjung... melalui serangkaian seminar multidimensi," tambah Ibu Nguyen Thi Kim Ngoc.
Dalam strategi restrukturisasi sektor industri dan perdagangan pada tahun 2030, industri pengolahan dan manufaktur diharapkan menjadi pilar perekonomian , dengan target menyumbang 30% PDB pada tahun 2030. Namun, untuk mewujudkan tujuan tersebut, dunia usaha perlu mengakselerasi inovasi teknologi, mengakselerasi transformasi digital, dan mengembangkan model produksi cerdas.
Dari perspektif asosiasi, Bapak Nguyen Quan, Ketua Asosiasi Otomasi Vietnam, menunjukkan bahwa MTA Vietnam terus menggelar area pameran khusus VINRA (Vietnam Industrial Robotics and Automation Event) yang menggabungkan solusi robotika dan otomasi canggih dari merek-merek terkemuka, menunjukkan pemahaman akan konteks transformasi digital yang sedang membentuk kembali seluruh ekosistem manufaktur. Di saat yang sama, pasar robot di Vietnam sedang berada pada lintasan pertumbuhan yang kuat, mencerminkan kebutuhan mendesak akan otomasi di berbagai bidang seperti otomotif, elektronik, industri berat, dan sebagainya.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/khai-mac-trien-lam-quoc-te-lan-thu-21-ve-co-khi-chinh-xac-va-san-xuat-che-tao-post1047657.vnp
Komentar (0)