Pada tanggal 4 Maret, informasi dari Kepolisian Distrik Tien Hai ( Thai Binh ) menyatakan bahwa unit ini baru saja mengeluarkan keputusan untuk mendakwa kasus tersebut, mengadili terdakwa, dan melaksanakan surat perintah penangkapan untuk menahan Tn. Vu Dinh Son (52 tahun, tinggal di kelurahan An Ninh, distrik Tien Hai) atas kejahatan melawan orang yang sedang menjalankan tugas resmi, sesuai dengan ketentuan Pasal 330 KUHP.
Keputusan dan perintah tersebut telah disetujui oleh Kejaksaan Rakyat pada tingkat yang sama.
Tuan Vu Dinh Son dituntut karena melawan seseorang yang tengah menjalankan tugas resmi.
Berdasarkan kejadian tersebut, pada pukul 20.30 tanggal 29 Februari, Satuan Tugas Satpol PP dan Ketertiban Lalu Lintas (Kepolisian Daerah Tien Hai) saat melaksanakan tugas pengaturan dan penanganan pelanggaran ketentuan kadar alkohol di Jalan Raya 462 melalui Desa Dong (Kelurahan Tay Giang, Daerah Tien Hai) sesuai rencana Kepolisian Daerah Tien Hai, memberikan sinyal untuk menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh Bapak Vu Dinh Son yang membawa Ibu NTTh (47 tahun, berdomisili di Kecamatan Tien Hai, Daerah Tien Hai).
Kelompok kerja meminta Tuan Son untuk memindahkan kendaraannya lebih dekat ke sisi jalan untuk menghindari hambatan lalu lintas, tetapi dia tidak menurutinya.
Satgas meminta tes alkohol, tetapi Pak Son tidak kooperatif dan mengancam akan membakar motornya. Setelah itu, Pak Son turun dari motor, berdiri di sana sambil mengumpat, memanggil polisi dengan sebutan "kamu" dan "saya".
Melihat penolakan dari Bapak Son, Ibu Th berusaha untuk menghentikannya, namun Bapak Son tetap menunjuk-nunjuk dan mengumpat serta menghina petugas dalam kelompok kerja tersebut.
Pada saat itu, seorang petugas polisi lalu lintas terus menjelaskan dan menginstruksikan Bapak Son tentang cara meniupkan napasnya ke dalam mesin untuk menguji kadar alkoholnya. Bapak Son sengaja meniupkan napas dengan kecepatan tinggi ke dalam mesin agar mesin tidak dapat mengukurnya, dan sekaligus mendorong tangan petugas polisi lalu lintas yang sedang memegang mesin pengukur kadar alkohol. Pada kesempatan berikutnya, petugas polisi lalu lintas memintanya untuk bekerja sama meniupkan napas untuk menguji kadar alkohol, tetapi Bapak Son sengaja tidak menurutinya.
Kelompok kerja melaporkan kejadian tersebut kepada atasan mereka. Kepolisian Distrik Tien Hai berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk membuat berita acara dan membawa Tn. Son ke kantor pusat untuk diinterogasi. Di kantor investigasi, Tn. Son mengakui pelanggarannya.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)