Menurut laporan tersebut, komune-komune tersebut ditunjuk oleh Komite Rakyat Provinsi untuk menjadi investor dan pengelola 194 proyek; jumlah proyek yang dikelola komune dengan rencana investasi untuk tahun 2025 adalah 699 proyek. Dalam proses pelaksanaan dan pencairan modal investasi publik, komune-komune tersebut menghadapi kendala seperti: pada awalnya menerapkan model pemerintahan daerah dua tingkat, mereka masih bingung dalam melaksanakan rencana modal; sumber modal terbatas, terutama dari lelang hak guna lahan; progres pengumpulan dana tidak terjamin, sehingga tidak cukup modal yang dialokasikan; persiapan investasi, perancangan, persetujuan, dan pemilihan kontraktor untuk beberapa proyek membutuhkan waktu lama, sehingga memperlambat progres pelaksanaan dan pencairan.
Terkait operasional pemerintahan daerah dua tingkat, aparatur pemerintahan komune pada dasarnya berjalan lancar dan memenuhi tugas-tugas pembangunan sosial -ekonomi. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti: Kapasitas staf yang tidak merata, harus memegang banyak posisi; beberapa tugas dialihkan dari tingkat distrik (lama) ke tingkat komune (baru) tanpa instruksi khusus; kantor pusat Komite Rakyat komune kekurangan ruang kerja, beberapa departemen harus ditempatkan di lokasi lain, sehingga menyebabkan kesulitan dalam koordinasi.
Dalam inspeksi tersebut, para pemimpin komune merekomendasikan beberapa hal kepada kelompok kerja: Komite Rakyat Provinsi beserta departemen dan cabangnya harus segera menerbitkan dokumen yang memandu pengelolaan dan penggunaan sumber dana di Komite Rakyat Komune dan departemen-departemen khusus; meningkatkan modal dan sumber daya manusia untuk Badan Pengelola Proyek Investasi Konstruksi Komune; Departemen Keuangan harus menyarankan Komite Rakyat Provinsi untuk mengalihkan rencana modal untuk proyek-proyek yang sebelumnya diinvestasikan oleh Komite Rakyat Distrik kepada komune-komune guna memastikan kemajuan dan pencairan tepat waktu. Terkait operasional pemerintah daerah tingkat dua, komune merekomendasikan Komite Rakyat Provinsi untuk menerbitkan peraturan tentang koordinasi pengelolaan lahan dan konstruksi; mengalokasikan dana untuk merenovasi kantor pusat dan peralatan kerja. Departemen Dalam Negeri harus segera memberikan saran tentang rencana penempatan staf dan kontrak kerja untuk pusat layanan sosial budaya di bawah Komite Rakyat Komune; sekaligus mempertimbangkan untuk menaikkan tingkat tunjangan tanggung jawab, tunjangan serentak, dan memiliki kebijakan untuk menarik dan menciptakan sumber kader berkualitas tinggi bagi komune.
Dalam sambutan penutupnya, Kamerad Pham Van Nghiem, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi sekaligus Ketua Kelompok Kerja, mengakui perubahan positif yang telah dicapai komune dalam mengatasi kesulitan, memastikan kelancaran operasional pemerintahan daerah dua tingkat, dan secara bertahap menjadi tertib. Beliau meminta agar komune segera menugaskan departemen dan kantor khusus untuk mengakses arsip, memberikan saran tentang penerbitan dokumen pelaksanaan, meninjau sumber proyek transisi dan menetapkan prioritas proyek; melakukan pembersihan lokasi dengan baik; dan terus melaksanakan operasional pemerintahan daerah dua tingkat secara efektif. Kementerian Dalam Negeri segera menerbitkan pedoman tertulis tentang pekerjaan kepegawaian agar komune dapat segera menyelesaikan dan beroperasi secara stabil.
Sumber: https://baohungyen.vn/kiem-tra-don-doc-giai-ngan-von-dau-tu-cong-va-van-hanh-chinh-quyen-dia-phuong-2-cap-3184304.html
Komentar (0)